CYNTHIA AYU PERMATASARI, - (2022) KINETIKA RESPONS ANTIBODI IgG S-RBD PASCAVAKSINASI CORONAVAC. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
cover.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (50kB) |
|
|
Text (full text)
011818156308.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Infeksi COVID-19 menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah dan memerlukan tindakan cepat. Pengembangan efikasi vaksin yang aman dan terapi baru telah menjadi prioritas global untuk mencapai herd immunity. Dengan vaksinasi diharapkan tubuh membentuk antibodi spesifik terhadap protein spike SARS-CoV-2 yang mampu menetralisasi virus, mencegah virus berikatan dengan reseptor spesifiknya (ACE 2 receptor). Tujuan Penelitian: Menganalisis kinetika respons antibodi terhadap pemberian vaksin CoronaVac setelah pemberian dosis kedua vaksinasi. Metode: Penelitian studi analitik observasional dengan pendekatan kohort prospektif yang dilakukan sejak Januari-November 2021 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sebanyak 50 tenaga kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pengukuran kadar IgG S-RBD dengan metode indirect chemiluminescence immunoassay pada alat Snibe Maglumi®. Kadar antibodi IgG S-RBD SARS-CoV- 2 diukur sebanyak 5 kali yaitu, pra-vaksinasi (hari ke-0) dan pascavaksinasi dosis kedua CoronaVac yang terdiri dari hari ke-14, hari ke-28, bulan ke-3, dan bulan ke- 6. Hasil: Median (min-maks) kadar IgG S-RBD pra-vaksinasi dan pascavaksinasi dosis kedua pada hari ke-14, hari ke-28, bulan ke-3, dan bulan ke-6 didapatkan berturut-turut sebesar 0,43 (0,43–4,07); 109,25 (30,71–1619,42); 136,46 (19,38– 725,28); 26,56 (7,64–158,65); 13,11 (0,59–8666,00) BAU/mL. Didapatkan kenaikan kadar yang signifikan pada hari ke-14 (p < 0,001), mendatar dari hari ke- 14 hingga hari ke-28 (p > 0,05); menurun secara signifikan dari hari ke-28 hingga bulan ke-3 (p < 0,001). Kesimpulan: Vaksinasi CoronaVac sebanyak 2 dosis akan membentuk antibodi yang menetap. Meskipun terbentuk antibodi, namun didapatkan trend penurunan kekebalan humoral pada bulan ke-3 setelah vaksinasi. Kata kunci: Kinetika, antibodi, COVID-19, IgG S-RBD, vaksinasi
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PK 01 - 23 Cyn k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kinetics, antibodies, COVID-19, IgG S-RBD, vaccination | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3601-3611 Medical legislation | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 08:14 | ||||||
| Last Modified: | 28 Aug 2026 08:14 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145211 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


