ANALISIS FAKTOR RISIKO KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI DI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG (Literature Review)

Alifia Fiarnanda Putri (2022) ANALISIS FAKTOR RISIKO KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI DI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG (Literature Review). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811133215_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
101811133215_BAB I.pdf

Download (588kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811133215_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keracunan pestisida merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius. Keracunan pestisida sering dialami oleh petani di negara maju maupun negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko keracunan pestisida pada petani di negara maju dan negara berkembang yaitu karakteristik petani yang terdiri dari usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan, serta faktor risiko keracunan pestisida yang terdiri dari masa kerja, pengetahuan, jenis pestisida, frekuensi penyemprotan, dosis pestisida, dan penggunaan APD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan jenis scoping review. Sumber data diperoleh dari platform google scholar, science direct, dan PubMed. Pemilihan artikel dilakukan dengan proses seleksi sesuai kriteria. Artikel yang terpilih kemudian dianalisis. Diperoleh 25 artikel yang dianalisis dalam penelitian ini. Hasil analisis mendapatkan bahwa sebagian besar usia petani di negara maju adalah >50 tahun, sedangkan sebagian besar usia petani di negara berkembang adalah ±40 tahun. Jenis kelamin petani didominasi oleh laki-laki. Tingkat pendidikan petani di negara maju lebih baik daripada negara berkembang. Petani di negara maju memiliki masa kerja yang lebih lama daripada di negara berkembang. Pengetahuan petani di negara berkembang cukup baik. Jenis pestisida yang sering digunakan di negara maju adalah pestisida organik, sedangkan di negara berkembang adalah fungisida dan insektisida. Petani di negara maju telah melakukan frekuensi penyemprotan sesuai standar yaitu <2x/minggu, tetapi tidak dengan petani di negara berkembang. Di negara berkembang, jumlah petani yang menggunakan dosis secara tepat dan tidak tepat seimbang. Petani di negara maju dan berkembang telah menggunakan APD dengan baik. Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, jenis pestisida, frekuensi penyemprotan, dosis, dan penggunaan APD berhubungan dengan keracunan pestisida pada petani. Oleh karena itu, kesadaran petani untuk mengurangi risiko keracunan pestisida sangat diperlukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 113 - 23 Ali a
Uncontrolled Keywords: Farmers, Pesticide Poisoning, Characteristics, Poisoning Risk Factors
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1190-1270 Toxicology. Poisons
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
Alifia Fiarnanda PutriNIM101811133215
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRETNO ADRIYANINIDN197506092003122001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 01 Sep 2026 01:55
Last Modified: 01 Sep 2026 01:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145265
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item