IHDINAL MUKTI (2022) HUBUNGAN KOMPONEN ASESMEN GERIATRI DENGAN DERAJAT SARKOPENIA PADA PASIEN HEMODIALIS BERKELANJUTAN. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011728026314_HALAMAN JUDUL.pdf Download (893kB) |
|
|
Text (BAB I)
011728026314_BAB I.pdf Download (494kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011728026314_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Sarkopenia merupakan masalah serius dalam kesehatan masyarakat karena dampaknya terhadap kesehatan manusia serta sistem perawatan kesehatan. Prevalensi sarkopenia pada populasi usia lanjut yang menjalani hemodialisis berkelanjutan semakin meningkat, dengan berbagai komponen yang melatarbelakangi berdasarkan asesmen geriatri. Sarkopenia pada populasi usia lanjut dengan hemodialisis berkelanjutan menjadi lebih parah dengan adanya balans negatif protein yang terjadi, selain karena proses sarkopenia akibat pengaruh usia itu sendiri. Studi-studi yang telah dilakukan untuk meneliti komponen yang mempengaruhi derajat sarkopenia pada usia lanjut dengan hemodialisis berkelanjutan berdasarkan asesmen geriatri masih sangat terbatas. Di Indonesia, khususnya di Surabaya belum terdapat data studi terkait faktor-faktor yang mempengaruhi derajat sarkopenia pada usia lanjut dengan hemodialisis berkelanjutan berdasarkan komponen asesmen geriatri. Tujuan: Mengetahui hubungan komponen asesmen geriatri dengan derajat sarkopenia pada penyakit ginjal kronis dengan hemodialisis berkelanjutan di instalasi HD RSUD dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode potong lintang yang melibatkan sebanyak 40 sampel, yang diambil secara total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi penelitian adalah seluruh populasi berusia ?60 tahun, laki-laki dan perempuan yang secara berkelanjutan menjalani hemodialisis di instalasi HD RSUD dr. Soetomo Surabaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS v25.0. Hasil Penelitian: Subjek penelitian sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 62,5% dengan median umur adalah 64 tahun (60-93 tahun). Median lama menjalani hemodialisis selama 4 tahun (0,5-21). Proporsi sarkopenia sebanyak 82,5%. Analisis bivariat dilakukan pada komponen status nutrisi, komorbid, fungsional, mental, dan kognitif. Dari hasil analisis bivariat didapatkan status nutrisi yang diukur dengan MNA merupakan satu-satunya komponen CGA yang berhubungan dengan sarkopenia p=0,002 (OR 25; IK 95% 3,302-189,259). Kesimpulan: Status nutrisi merupakan faktor prediktor independen terhadap kejadian sarkopenia (sarkopenia hingga sarkopenia berat) pada pasien geriatri dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis berkelanjutan
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PD 23 - 23 Ihd h | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | geriatric assessment, sarcopenia, hemodialysis | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | ||||||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam | ||||||||||||
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||||||||
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 03:28 | ||||||||||||
| Last Modified: | 01 Sep 2026 03:28 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145277 | ||||||||||||
| Sosial Share: | |||||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


