Menjalani Hidup sebagai Perempuan Tanpa Anak: Studi Sosiologi tentang Self, Stigma, dan Identitas

Arif Soeka Dewi Mardani, - (2022) Menjalani Hidup sebagai Perempuan Tanpa Anak: Studi Sosiologi tentang Self, Stigma, dan Identitas. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (142kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (164kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071811433104.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Ini adalah sebuah studi tentang bagaimana mereka yang menjalani hidup dengan stigma sebagai perempuan tanpa anak itu mengkonstruksikan self dan identitas mereka dalam sebuah masyarakat pro-natalis yang didominasi oleh nilai-nilai patriaki. Menggunakan konsep-konsep dan teori-teori tentang self, identitas, dan stigma yang berasal dari mazhab interaksionisme simbolik dan metodologi kualitatif berprerspektif interpretif, enam perempuan dipilih secara purposif dan diwawancarai secara mendalam. Mereka adalah perempuan-perempuan yang telah menikah atau pernah menikah lebih dari sepuluh tahun dan memiliki latar belakang rural atau semi-urban, berasal dari kelas bawah dan pada umumnya mengalami pernikahan hingga dua kali atau lebih. Studi ini menyimpulkan bahwa para perempuan yang telah menjadi istri namun tidak pernah menjadi seorang ibu, atau yang dalam studi ini disebut dengan “perempuan tanpa anak,” mengembangkan identitas dengan elemen-elemen kunci yang diwarnai oleh ketidaklengkapan, ketidakpenuhan, ketidaksempurnaan, bahkan kecacatan, Mereka juga mengembangkan self yang secara konstan dibayang-bayangi oleh serangkaian pertanyaan dan gugatan tentang citra diri mereka sebagai „perempuan gagal‟, semata karena mereka tidak berhasil memiliki anak. Meskipun, ketiadaan anak dapat saja disebabkan oleh kemandulan di pihak laki-laki, perempuan cenderung menerima dan menanggung stigma lebih besar. Seiring dengan waktu, relasi sosial mereka dengan suami dan keluarga suami mengalami pemburukan, menjadi lebih problematis, dan pada umumnya berakhir dengan perceraian. Hubungan dengan mertua perempuan adalah relasi sosial yang paling menantang di antara orang-orang terdekat. Berada di lingkungan keluarga besar dan komunitas yang mereka kenal menghasilkan pengalaman tersembunyi namun nyata tentang marginalisasi, penolakan, dan isolasi. Sebaliknya, bertemu dan berinteraksi dengan mereka yang memiliki status sama sebagai perempuan-perempuan tanpa anak, menghasilkan pengalaman akan penguatan, penerimaan, dan integrasi. Individu yang berasal dari komunitas dan atau memiliki afiliasi yang kuat pada nilai-nilai religius dan atau semi urban cenderung mengalami stigma yang lebih ringan daripada mereka yang berasal dari lingkungan sosial sebaliknya, lebih kurang religius dan wilayah rural

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FISIP.S 29 - 23 Ari m
Uncontrolled Keywords: self, identitas, stigma, perempuan tanpa anak, patriaki, sosiologi keluarga, sosiologi gender
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
Arif Soeka Dewi Mardani, -NIM071811433104
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDANIEL THEODORE SPARRINGA, --
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 07 Sep 2026 01:33
Last Modified: 07 Sep 2026 01:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145503
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item