PERBEDAAN KADAR INTESTINAL FATTY ACIDBINDING PROTEIN (I-FABP) SEBELUM DAN SETELAH OPERASI TELINGA DAN HIDUNG DENGAN TEKNIK HIPOTENSI TERKONTROL

YUDA ATMAJAYA (2022) PERBEDAAN KADAR INTESTINAL FATTY ACIDBINDING PROTEIN (I-FABP) SEBELUM DAN SETELAH OPERASI TELINGA DAN HIDUNG DENGAN TEKNIK HIPOTENSI TERKONTROL. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012115653057_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
012115653057_BAB I.pdf

Download (270kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012115653057_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Protein pengikat asam lemak usus (I-FABP) diharapkan dapat digunakan sebagai prediktor hipoperfusi jaringan. Penelitian ini membandingkan tingkat I-FABP antara sebelum dan sesudah operasi dan faktor penentu terkait pada pasien dengan operasi otorhinolaryngology menggunakan anestesi umum dengan teknik hipotensi terkontrol (CH). Metode: Kami melakukan studi cross-sectional yang dilakukan pada pasien yang menjalani operasi elektif di RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, Indonesia. Mereka yang menjalani operasi menggunakan anestesi umum dengan teknik CH direkrut dalam penelitian ini. Kadar I-FABP diukur menggunakan ELISA 1 jam sebelum operasi dan 30 menit setelah anestesi umum berakhir. Tes eksak Fisher dan uji Mann-Whitney digunakan untuk menentukan determinan yang terkait dengan perubahan level I-FABP antara sebelum dan sesudah operasi. Hasil: Sebanyak 31 pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum dan teknik CH diikutsertakan dalam penelitian ini. Median kadar I-FABP sebelum dan sesudah operasi adalah 0,639 ng/mL hingga 0,779 ng/mL, masing-masing menunjukkan adanya peningkatan kadar I-FABP yang signifikan setelah teknik CH (p<0,001). Jenis kelamin dan skor ASA tidak berhubungan dengan perubahan level I-FABP sebelum dan sesudah operasi dengan masing-masing p=0,333 dan 0,060. Usia, IMT tidak berhubungan dengan perubahan kadar I-FABP antara sebelum dan sesudah operasi (masing-masing p=0,747 dan p=0,051). Lama operasi, lama anestesi, sistolik, diastolik dan MAP semuanya juga tidak berhubungan dengan perubahan kadar I-FABP dengan p>0,05. Kesimpulan: Kadar I-FABP meningkat secara signifikan pasca operasi pada pasien operasi otorhinolaryngology menggunakan anestesi umum dengan CH. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini dengan ukuran sampel yang lebih besar.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 91 - 23 Yud p
Uncontrolled Keywords: I-FABP, controlled hypotension, hypoperfusion, otorhinolaryngology.
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
YUDA ATMAJAYANIM012115653057
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 09 Sep 2026 04:54
Last Modified: 09 Sep 2026 04:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146026
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item