SIMBOL-SIMBOL KEAGAMAAN KELUARGA MANTAN NARAPIDANA TERORIS DALAM PROSES RADIKALISASI DAN DERADIKALISASI

ARINI INDAH NIHAYATY, - (2022) SIMBOL-SIMBOL KEAGAMAAN KELUARGA MANTAN NARAPIDANA TERORIS DALAM PROSES RADIKALISASI DAN DERADIKALISASI. Doctoral thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (144kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (464kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071817047317.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, kasus terorisme yang terjadi di Indonesia telah melibatkan seluruh anggota keluarga (isteri dan anak). Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan proses radikalisasi dan deradikalisasi keluarga mantan narapidana teroris, serta menjelaskan dan memahami tentang bagaimana simbol-simbol keagamaan dikembangkan dan dipertahankan dalam keluarga mantan narapidana teroris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif interaksionisme simbolik. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga mantan narapidana teroris yang terdiri dari keluarga inti (nuclear family) dan keluarga besar (extended family). Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yang meliputi wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Bojonegoro, dan Probolinggo yang merupakan basis dari kelompok teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Dalam studi ini ditemukan adanya mekanisme dalam mempertahankan simbol-simbol keagamaan yang dapat memperkaya konsep teori interaksi simbolik (meaning, self, identity, socialization). Dalam proses sosialisasi keluarga mantan napiter, penggunaan simbol-simbol keagamaan, baik yang bersifat verbal maupun nonverbal dalam kehidupan sehari-hari telah membuat jurang pemisah dengan masyarakat. Perasaan berbeda baik dalam bentuk dan perilaku yang khas (unik) telah melawan kultur masyarakat pada umumnya. Pembentukan konsep diri (self) bagi keluarga mantan napiter mempengaruhi identity yang tidak bisa lepas dari penerimaan masyarakat tentang keluarga “teroris”, serta penggunaan media massa yang digunakan oleh keluarga mantan napiter ini (dalam proses sosialisasi) menyebabkan perubahan dalam penanaman nilai dan norma pada masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa maupun simbol serta penafsiran (interpretasi) atas sebuah realitas sosial yang ada di masyarakat. Studi ini juga menemukan adanya perlawanan yang dilakukan oleh anak sebagai upayanya untuk keluar dari pola asuh otoriter yang diterapkan dalam keluarga. Perlawanan yang dilakukan anak terhadap pola asuh otoriter ini dilakukan pada anak-anak dalam keluarga mantan napiter ketika mereka menginjak remaja. Temuan lain dalam studi ini juga menjelaskan bahwa pada keluarga mantan napiter tersebut yang menggunakan relasi Owner-Property, Head-Complement terjadi adanya perubahan sikap yang ditunjukkan oleh para isteri yang ternyata tidak selalu mendukung aktivitas suami mereka. Para isteri lebih memilih pasif dengan tidak menyetujui tindakan terorisme yang selama ini telah dilakukan oleh suaminya. Perubahan sikap isteri pada keluarga mantan napiter ini sangat berpengaruh terhadap proses deradikalisasi di dalam masyarakat.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information: KKB KK-2 D.FISIP.S 06 - 23 Ari s
Uncontrolled Keywords: Deradikalisasi, Interaksi simbolik, keluarga mantan narapidana teroris, radikalisasi, simbol-simbol keagamaan
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Doktor Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM
ARINI INDAH NIHAYATY, -NIM071817047317
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBAGONG SUYANTO, --
Thesis advisorSUTINAH, --
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 10 Sep 2026 01:57
Last Modified: 10 Sep 2026 01:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146115
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item