PERUBAHAN SELULER DAN MOLEKULER PADA DESENSITISASI SHRIMP ALLERGEN EXTRACT PADA MENCIT MODEL GASTRO-FOOD ALLERGY

HONEY DZIKRI MARHAENY (2022) PERUBAHAN SELULER DAN MOLEKULER PADA DESENSITISASI SHRIMP ALLERGEN EXTRACT PADA MENCIT MODEL GASTRO-FOOD ALLERGY. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
052114153030_HALAMA JUDUL.pdf

Download (480kB)
[img] Text (BAB I)
052114153030_BAB I.pdf

Download (75kB)
[img] Text (FULLTEXT)
052114153030_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Alergi makanan menjadi masalah kesehatan global yang terus meningkat setiap tahunnya, dengan prevalensi 2-10% dari populasi dunia. Udang merupakan salah satu pemicu alergi makanan yang paling dominan di Asia, termasuk Indonesia. Belum ada pengobatan aktif untuk alergi makanan hingga saat ini. Pengembangan ekstrak alergen sebagai allergen-specific immunotherapy (AIT) merupakan pendekatan terapeutik yang paling menjanjikan untuk mengendalikan alergi makanan. Shrimp allergen extract (SAE) merupakan agen imunoterapi yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia. Namun, efektivitas SAE dan mekanismenya dalam mengatasi alergi makanan masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan seluler dan molekuler pada desensitisasi SAE pada mencit model gastro-food allergy. Mencit dibagi menjadi lima kelompok. Pada fase sensitisasi, kelompok normal hanya menerima 1 mg Alum dalam PBS (i.p.), sedangkan kelompok lainnya menerima 1 mg Alum dan 100 µg SAE dalam PBS (i.p.) pada hari ke-0, 7, dan 14. Selanjutnya semua kelompok menerima challenge dengan 400 µg SAE (p.o.) pada hari ke-21, 22, 23, 53, dan 58. Fase imunoterapi dilakukan pada hari ke-32, 39, dan 46 menggunakan tiga dosis SAE yang berbeda. Kelompok imunoterapi dosis tinggi, sedang, dan rendah masing-masing memperoleh 100 µg, 50 µg, 10 µg SAE dalam PBS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian SAE mampu mengurangi skor gejala alergi sistemik, kadar serum IL-4, ekspresi relatif mRNA Fc?R1?, dan degranulasi sel mast di jaringan ileum, serta meningkatkan ekspresi relatif mRNA Foxp3 yang bersifat dose-dependent pada mencit yang alergi. Sebagai kesimpulan, SAE menunjukkan efektivitas yang baik dalam mengobati alergi makanan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen imunoterapi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FF 06 - 23 Hon p
Uncontrolled Keywords: allergen-specific immunotherapy (AIT), gastro-food allergy, shrimp allergen extract (SAE), standardization, non-invasive
Subjects: R Medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S2 Ilmu Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
HONEY DZIKRI MARHAENYNIM052114153030
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorJunaidi KhotibNIDN0022107001
Thesis advisorAndang MiatmokoNIDN0002108503
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 10 Sep 2026 02:24
Last Modified: 10 Sep 2026 02:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146127
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item