Miftahul Ashar, - (2001) Penyebaran Dan Pengendalian Penyakit Pinkeye Pada Kambing Di ATM – ROC Singosari - Malang. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
MIFTAHULASHAR20260126_12372772.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit pinkeye merupakan penyakiat mata yang akut dan bersifat epizootic yang tidak menimbulkan kematian tetapi mempunyai angka morbiditas yang tinggi. Penyakit ini merugikan jika dilihat dari segi ekonomi dan sering kurang mendapat perhatian dari peternak. Kontrol terhadap faktor-faktor penyebab khususnya lalat dapat mempengaruhi penyebaran penyakit dan berpengaruh pada proses penanganannya. Tindakan pencegahan terhadap penyakit pinkeye merupakan tindakan yang tepat karena tidak memerlukan biaya yang cukup tinggi dibanding biaya pengobatan, sehingga tujuan dalam berternak dapat tercapai dengan sempurna. Dengan sanitasi kandang dan lingkungan sekitar kandang serta menejemen pemeliharaan yang baik dapat meminimal masuknya bibit penyakit kedalam suatu petemakan termasuk penyakit pinkeye. Pencegahan terhadap penyakit pinkeye dapat dilakukan dengan beberapa upaya diantaranya adalah dengan menempatkan temak ditempat yang bersih dan teduh serta terlindung, menghindarkan sedapat mungkin terkenanya kambing oleh debu atau kotoran, pengendalian terhadap vektor penyebab utama yaitu lalat dan serangga terutama didaerah sekitar kandang, melakukan kontrol kesehatan secara rutin dan bila ada temak yang terserang sesegera mungkin untuk di isolasi dan diobati sampai ternak benar-benar sembuh dan dalam proses pengobatan diusahakan kambing yang sakit jangan dicampur dengan hewan yang lain serta ditempatkan ditempat yang benar-benar mendukung dalam proses penyembuhan penyakit pinkeye Dalam suatu petemakan hendaknya petemak memperhatikan meneJemen pemeliharaan dan sanitasi baik terhadap ternaknya maupun lingkungan disekitar kandang. Untuk temak yang telah sembuh dari penyakit pinkeye pada taraf yang berat sebaiknya dilakukan pemotongan karena temak tersebut telah menjadi karier dan dapat menularkan pada temak lain selama satu tahun. Dalam penggulangan penyakit pinkeye lebih tepatnya dilakukan pencegahan dari pada pengobatan karena hal ini dapat menghemat biaya sehingga tujuan dalam berternak dapat tercapai. Dalam melakukan kontrol kesehatan hendaknya dilakukan dengan kontinyu atau terjadwal dan betul-betul teliti secara detail, yang diharapkan gejala awal segera dapat diketahui.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyakit Pinkeye Pada Kambing | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine |
||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dwi Prihastuti | ||||||
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 03:21 | ||||||
| Last Modified: | 10 Sep 2026 03:21 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146135 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


