ANALISIS KADAR BESI PADA SILIKA ALAM SETELAH DIMURNIKAN DENGAN METODE LEACHING ASAM SULFAT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

LUDWINA RUTH, - (2022) ANALISIS KADAR BESI PADA SILIKA ALAM SETELAH DIMURNIKAN DENGAN METODE LEACHING ASAM SULFAT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (192kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (51kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051811133197.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Menurut data Energi Sumber Daya Mineral, Indonesia memiliki potensi pasir silika sebesar 17 miliar ton yang tersebar di wilayah Indonesia (Fatmawati et al., 2020). Berdasarkan data Dinas ESDM Jatim (2009), pasir silika adalah salah satu potensi bahan mineral disektor pertambangan wilayah Provinsi Jawa Timur, dimana salah satu lokasi penemuannya adalah di Lamongan (Munasir et al., 2012). Pasir silika memiliki manfaat yang luas. Dalam industri farmasi, silika gel dapat digunakan sebagai adsorben pada SPE maupun sediaan farmasi lainnya, serta sebagai fase diam pada kromatografi. Silika dalam bentuk koloidal digunakan sebagai agen anticaking, penstabil emulsi, glidan, pensuspensi, penghancur tablet, penstabil termal, dan peningkat viskositas (Rowe et al., 2009). Namun, silika alam mengandung pengotor, terutama Fe2O3. Logam Fe berada dalam jumlah besar dan memberikan efek yang merugikan (Boussaa et al., 2017; Munasir et al., 2012). Berdasarkan spesifikasi yang beredar, silika dengan kualitas tinggi mengandung Fe2O3 < 15 ppm (Vatalis et al., 2015). Oleh karena itu, perlu dilakukan pemurnian terhadap silika alam. Pemurnian silika dapat dilakukan secara kimia melalui proses leaching asam, fisika melalui mechanical scrubbing atau magnetic separation, dan biologi dengan bantuan mikroorganisme (Boussaa et al., 2017; Li et al., 2021; Sumarno et al., 2015). Pemurnian secara kimia memberikan hasil yang lebih efektif karena dapat melarutkan senyawa-senyawa logam yang terikat pada silika (Boussaa et al., 2017; Suratman dan Handayani, 2014). Menurut beberapa hasil penelitian, H2SO4 adalah asam yang paling baik untuk digunakan karena merupakan asam kuat yang tidak mudah menguap dalam proses leaching yang lama dengan adanya pemanasan (Rowe et al., 2009). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sulistiyono et al (2021), penggunaan H2SO4 10 N selama 5 jam dapat menghilangkan Fe2O3 hingga menjadi 940 ppm. Namun, kadar tersebut masih cukup tinggi dibandingkan kadar yang berada dalam spesifikasi silika dengan kualitas tinggi sehingga pada penelitian ini konsentrasi H2SO4 dan waktu leaching ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan H2SO4 dengan 3 konsentrasi berbeda, yaitu 10 N, 12 N, dan 14 N, serta 3 waktu leaching berbeda, yaitu 3 jam, 5 jam, dan 7 jam. Penetapan kadar dilakukan berdasarkan metode standar (SNI) 13-6668-2001 “Penentuan Kadar SiO2 Total, Al2O3, Fe2O3, Cr2O3, dan TiO2 Contoh Pasir Kuarsa” menggunakan SSA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar Fe2O3 yang terkandung dalam silika setelah proses leaching; mengetahui perbedaan kadar Fe2O3 pada silika sebelum dan sesudah dimurnikan dengan metode leaching menggunakan H2SO4 10 N, 12 N, dan 14 N; serta waktu leaching 3 jam, 5 jam, dan 7 jam; dan mengetahui hubungan peningkatan konsentrasi H2SO4 10 N, 12 N, dan 14 N; serta waktu leaching 3 jam, 5 jam, dan 7 jam terhadap kadar Fe2O3. Hasil karakterisasi pasir silika menunjukan bahwa pasir silika yang diperoleh berbentuk butiran kasar dan berwarna putih keabuan. Setelah dimurnikan menggunakan H2SO4 pada berbagai kondisi, pasir silika menjadi lebih putih dan bersih. Penggunaan H2SO4 14 N selama 7 jam menghasilkan pasir silika dengan warna yang paling mendekati warna putih (RGB dan CMYK). Diameter panjang rata-rata dari pasir silika adalah 43,27 ± 14,27 µm. Hasil dari penetapan kadar air menggunakan metode susut pengeringan adalah 0,07 ± 0,02 %. Hasil verifikasi metode menunjukan, SSA spesifik untuk Fe karena tidak adanya serapan pada blanko pada ? 248,25 nm. Parameter linearitas memenuhi persyaratan dengan nilai r sebesar 0,9997 dan Vx0 sebesar 1,56 %. Parameter akurasi memenuhi persyaratan dengan rata-rata % recovery sebesar 93,98 ± 2,50 %. Parameter presisi memenuhi persyaratan dengan nilai RSD 1,93 %. Nilai LOD dan LOQ yang diperoleh berturut-turut adalah 0,10 ppm dan 0,32 ppm. Metode standar (SNI) 13-6668-2001 dapat digunakan pada sampel yang berasal dari Desa Sukobendu, Kabupaten Lamongan di bawah kondisi laboratorium yang digunakan karena memenuhi parameter verifikasi metode. Penetapan kadar Fe dilakukan menggunakan SSA dengan 3 kali replikasi pada setiap kondisi pemurnian. Rata-rata kadar Fe2O3 pada silika sebelum dimurnikan adalah 395,20 ppm. Kadar Fe2O3 pada pemurnian selama 3 jam menggunakan H2SO4 10 N, 12 N, dan 14 N berturut-turut adalah 208,98 ppm; 192,45 ppm; dan 168,80 ppm. Kadar Fe2O3 pada pemurnian selama 5 jam menggunakan H2SO4 10 N, 12 N, dan 14 N berturut-turut adalah 259,05 ppm; 207,27 ppm; dan 169,01 ppm. Kadar Fe2O3 pada pemurnian selama 7 jam menggunakan H2SO4 10 N, 12 N, dan 14 N berturut-turut adalah 151,81 ppm; 141,85 ppm; dan 115,20 ppm. Penggunaan waktu leaching 5 jam menunjukan kadar Fe2O3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan 3 jam. Pengujian menggunakan analisis statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kadar Fe2O3 pada silika sebelum dan sesudah dimurnikan. Melalui hasil penelitian, diketahui bahwa peningkatan konsentrasi H2SO4 10 N, 12 N, dan 14 N; serta waktu leaching 3 jam dan 7 jam akan semakin menurunkan kadar Fe2O

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 49 - 23 Lud a
Uncontrolled Keywords: Pemurnian, pelarutan, pasir silika, asam sulfat (H2SO4), besi (III) oksida (Fe2O3)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
LUDWINA RUTH, -NIM051811133197
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMOCHAMMAD YUWONO, --
Thesis advisorKHOLIS AMALIA NOFIANTI, --
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 10 Sep 2026 03:48
Last Modified: 10 Sep 2026 03:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146155
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item