HENDRIK SANTOSO (2022) Faktor Penyebab Obat Stagnant dan Obat Stockout serta Pengelolaannya Secara Efektif dan Efisien pada Masa Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 (Simulasi Metode Perencanaan dan Pengadaan di Bethesda Medical Centre Garut). Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
102014453004_HALAMAN JUDUL.pdf Download (489kB) |
|
|
Text (BAB I)
102014453004_BAB I.pdf Download (105kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
102014453004_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pelayanan farmasi adalah pelayanan penunjang yang mempunyai fungsi menyediakan seluruh kebutuhan logistik di instalasi farmasi. Pengendalian jumlah stok obat untuk memenuhi kebutuhan menjadi poin utama yang paling berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk upaya pengelolaan obat stagnant dan obat stockout secara efektif dan efisien melalui pemilihan metode perencanaan dan pengadaaan pada masa pandemi Covid-19 di Bethesda Medical Centre Garut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dan rancangan penelitian cross sectional. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh obat instalasi farmasi di Bethesda Medical Centre Garut dengan periode Januari 2020 – Agustus 2021. Penelitian ini membandingkan jumlah obat normal, stagnant, stockout, stock-holding cost, dan stockout cost antara kondisi riil dengan simulasi MMSL (Minimum Maximum Stock Level) dan EOQ (Economic Order Quantity) . Hasil penelitian menunjukkan persentase jumlah item obat kategori normal pada masa sebelum pandemi, masa pandemi dan puncak pandemi terbesar adalah simulasi MMSL yaitu sebesar 51%, 43% dan 47%. Persentase jumlah item obat kategori stagnant pada ketiga periode tersebut terkecil adalah simulasi MMSL yaitu 14%, 20% dan 15%. Persentase jumlah item obat kategori stockout pada masa sebelum pandemi, simulasi MMSL adalah terkecil yaitu 35%, namun pada masa pandemi dan puncak pandemi simulasi EOQ adalah yang terkecil yaitu 27% dan 37%. Total stock-holding cost dan stockout cost yang paling rendah pada masa sebelum dan puncak pandemi adalah simulasi MMSL yaitu Rp 9.415.965 dan Rp 9.755.102. Sedangkan simulasi EOQ mempunyai total stock-holding cost dan stockout cost yang paling rendah pada masa pandemi yaitu Rp 14.218.043. Faktor penyebab terjadinya obat stagnant dan obat stockout dalam penelitian ini adalah faktor jumlah pasien, jenis penyakit pasien (akut/kronis) dan kekosongan obat pada distributor. Penelitian ini menunjukkan bahwa MMSL merupakan metode perencanaan yang paling efektif dan efisien dalam pengelolaan stok obat pada masa sebelum dan saat pandemi Covid-19 di Bethesda Medical Centre Garut berdasarkan hasil analisis persentase jumlah obat kategori normal, stagnant dan stockout serta total stock-holding cost dan stockout cost.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK T.FKM.AKK 15 - 23 Hen f | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | stagnant drugs, stockout drugs, MMSL (Minimum Maximum Stock Level), EOQ (Economic Order Quantity), Covid-19 pandemic | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics | |||||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 04:20 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Sep 2026 04:20 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146166 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


