PROFIL TERAPI ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN GANGGUAN LIVER (Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya)

PAULIN TEVANDRA MILENI NAHA, - (2022) PROFIL TERAPI ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN GANGGUAN LIVER (Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (245kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (42kB)
[img] Text (FULL TEXT)
051811133040.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M.tb). Penggunaan obat antituberkulosis dalam jangka panjang dapat mengakibatkan hepatotoksik. Setiap pasien dengan penyakit liver akan menerima terapi kombinasi yang berbeda. Penelitian retrospektif ini dilakukan pada periode 1 Maret 2017 sampai 31 Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebanyak 24 pasien tuberkulosis dengan gangguan liver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 pasien (66,67%) berjenis kelamin laki-laki dan 8 pasien (33,33%) berjenis kelamin perempuan. Pengelompokan usia pada pasien dibagi menjadi dua yaitu pasien dewasa berusia 18 sampai 65 tahun sebanyak 22 pasien (91,67%) dan pasien ? 65 tahun sebanyak 2 pasien (8,33%). Penyakit liver yang dialami 24 pasien pun beragam sebanyak 9 pasien (37,53%) mengalami penyakit hati dengan hepatitis, 6 pasien (25,00%) mengalami penyakit hati tidak spesifik, 5 pasien (20,83%) mengalami hepatotoksik akibat OAT, 1 pasien (4,17%) mengalami fatty liver; 1 pasien (4,17%) mengalami sirosis hati; 1 pasien (4,17%) mengalami nekrosis hati dan 1 pasien (4,17%) mengalami hepatitis B. Regimen RHE (Rifampicin, Isoniazid dan Etambutol) merupakan regimen khusus awal yang paling banyak diterima oleh pasien tuberkulosis dengan gangguan liver yaitu sebanyak 7 pasien (29,17%) dan regimen akhir yang paling banyak diterima pasien adalah RHZE (Rifampicin, Isoniazid, Pirazinamid dan Etambutol) yaitu sebanyak 10 pasien (41,67%). Rute pemberian dan frekuensi pemberian yang diberikan kepada pasien telah sesuai dengan panduan yang ditetapkan. Berdasarkan identifikasi permasalahan terkait obat sebanyak 10 pasien (41,67%) mengalami efek samping potensial mual dan muntah, serta sebanyak 8 (33,33%) pasien memiliki interaksi potensial antara obat antituberkulosis dan ranitidine.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 82 - 23 Pau p
Uncontrolled Keywords: Antituberculosis, hepatotoxic, Drug related problem
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
PAULIN TEVANDRA MILENI NAHA, -NIM051811133040
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTUTIK ARYANI, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 10 Sep 2026 05:58
Last Modified: 10 Sep 2026 05:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146195
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item