PENGARUH MUSIK TERHADAP KADAR CORTICOSTERONE, BRAIN DERIVED NEUTROPHIC, FACTOR (BDNF), INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR 1 (IGF-1), DAN KETEBALAN LAPISAN KORTEKS OTAK TIKUS PUTIH WISTAR (Rattus norvegicus)

ANAK AGUNG NGURAH KRISNA PUTRA (2022) PENGARUH MUSIK TERHADAP KADAR CORTICOSTERONE, BRAIN DERIVED NEUTROPHIC, FACTOR (BDNF), INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR 1 (IGF-1), DAN KETEBALAN LAPISAN KORTEKS OTAK TIKUS PUTIH WISTAR (Rattus norvegicus). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
012015653080_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (151kB)
[img] Text
012015653080_BAB I.pdf

Download (40kB)
[img] Text
012015653080_FULLTEXT.pdf

Download (932kB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

PENGARUH MUSIK TERHADAP KADAR CORTICOSTERONE, BRAIN DERIVED NEUTROPHIC FACTOR (BDNF), INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR 1 (IGF-1), DAN KETEBALAN LAPISAN KORTEKS OTAK TIKUS PUTIH WISTAR (Rattus norvegicus) Anak Agung Ngurah Krisna Putra*, Irwanto*, Reny I’tishom** *Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga **Departemen Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Latar belakang: Perkembangan otak yang optimal merupakan syarat dalam mencapai kesehatan yang optimal. Stimulasi diperlukan untuk mencapai perkembangan otak yang optimal dan salah satu stimulasi yang dapat diberikan adalah stimulasi musik. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan dampak stimulasi musik terhadap perkembangan otak, dimana hasilnya masih menunjukkan pro dan kontra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi musik terhadap neurogenesis. Metode: Tiga puluh ekor tikus putih wistar jantan umur 30 hari dibagi secara acak dalam dua kelompok, eksperimen dan kontrol, masing-masing 15 ekor. Kelompok eksperimen dipaparkan musik Mozart (Mozart Sonata untuk dua piano K. 448), 90 menit, dua kali sehari, intensitas suara antara 60 dan 80 desibel (dB), selama 30 hari berturut-turut. Setelah 30 hari tikus dikorbankan, selanjutnya dilakukan pengukuran parameter neurogenesis seperti kadar kortikosteron plasma, konsentrasi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), dan ketebalan korteks otak. Hasil: Tikus yang terpapar musik Mozart memiliki kadar kortikosteron plasma yang lebih rendah (p = 0.049), dan memiliki kadar BDNF hipokampus yang lebih tinggi dibandingkan dengan tikus kontrol (p = 0.040), tetapi tidak ada efek signifikan pada kadar IGF-1 hipokampus ( p = 0.148) dan ketebalan korteks otak (p = 0.094). Kesimpulan: Musik mozart dapat menurunkan kadar kortikosteron plasma dan meningkatkan kadar BDNF hipokampus pada tikus, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar IGF-1 hipokampus dan ketebalan korteks otak. Kata kunci: Musik Mozart, Kortikosteron, BDNF, IGF-1, Korteks otak

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 103 - 23 Ana p
Uncontrolled Keywords: Mozart Music, Corticosterone, BDNF, IGF-1, Cerebral Cortex
Subjects: R Medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM930-931 Rehabilitation therapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
ANAK AGUNG NGURAH KRISNA PUTRANIM012015653080
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 10 Sep 2026 07:18
Last Modified: 10 Sep 2026 07:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146214
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item