ARMYTA DENISSAFITR (2022) FAKTOR RISIKO URTIKARIA AKUT DAN KRONIS DI DIVISI ALERGI IMUNOLOGI UNIT RAWAT JALAN KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. SOETOMO SURABAYA PERIODE 2018-2020. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011818046301_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
011818046301_BAB I.pdf Download (397kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011818046301_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Urtikaria adalah suatu kelainan yang berbatas pada bagian superfisial kulit berupa bentol yang berbatas tegas dengan dikelilingi daerah yang eritematous. Urtikaria diklasifikasiskan menurut lamanya, yaitu urtikaria akut (<6 minggu) dan urtikaria kronis (? 6 minggu). Penyebab dan faktor risiko urtikaria yang sangat bervariasi menyebabkan pencegahan yang dilakukan agar urtikaria tidak muncul kembali akan berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya. Penelitian yang digunakan adalah analitik cross sectional dengan pendekatan retrospektif yang bertujuan untuk mengevaluasi faktor risiko urtikaria akut dan kronis di Divisi Alergi Imunologi Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2018-2020. Data diperoleh dari data sekunder berupa buku rekam medis serta rekam medis elektronik. Penelitian ini mendapatkan 179 pasien baru urtikaria dengan jumlah pasien urtikaria akut 114 pasien (63,7%) dan urtikaria kronis 65 pasien (36,3%). Jenis kelamin perempuan lebih banyak 120 pasien (67%) dibandingkan laki-laki 49 pasien (33%) dengan kelompok usia terbanyak pada 15-40 tahun sebanyak 110 pasien (61,4%). Status gizi terbanyak dengan gizi normal didapatkan pada pasien urtikaria akut sebanyak 75 pasien (65,8%) dan urtikaria kronis 38 pasien (58,5%). Faktor pencetus terbanyak pada urtikaria akut adalah makanan sebanyak 26 pasien (22,8%) dan urtikaria kronis adalah musim (cuaca dingin) sebanyak 26 pasien (40%). Pengobatan urtikaria akut dan kronis yang paling banyak diberikan adalah kombinasi terapi antihistamin H1 dan antihistamin H2 dengan pilihan obat tersering cetirizin dan ranitidin. Hasil analisis menunjukkan bahwa BMI (OR =1,16; 95% CI = 1,05-1,27; p=0,003), riwayat rinitis alergi (OR = 4,32; 95% CI = 1,25-14,86; p = 0,143), dan infeksi THT (OR = 5,14; 95% CI = 1,51-17,51; p = 0.041) merupakan faktor yang berperan secara signifikan pada kejadian urtikaria kronis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urtikaria akut paling banyak ditemukan daripada urtikaria kronis, pasien urtikaria sebagian besar merupakan perempuan dengan kelompok usia 15-40 tahun dan memiliki status gizi normal serta bekerja. Faktor risiko yang berperan secara signifikan dalam kejadian urtikaria kronis adalah BMI, Riwayat rhinitis alergi, dan infeksi THT. Faktor pencetus yang paling banyak menyebabkan timbulnya urtikaria akut disebabkan oleh makanan sedangkan pada urtikaria kronis disebabkan oleh musim (cuaca dingin). Terapi yang paling banyak diberikan adalah antihistamin H1 dan antihistamin H2.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 104 - 23 Arm f | ||||
| Uncontrolled Keywords: | Acute urticaria, chronic urticaria, risk factors, trigger factors, therapy | ||||
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 07:27 | ||||
| Last Modified: | 10 Sep 2026 07:27 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146219 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


