WIRAWAN INDRA PRIYANTONO (2022) EFEK LATIHAN PENGUATAN MODIFIKASI HYBRID TERHADAP DYNAMIC CONTROL RATIO SENDI LUTUT PADA SUBJEK SEHAT TIDAK TERLATIH. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012115653069_HALAMAN JUDUL.pdf Download (377kB) |
|
|
Text (BAB I)
012115653069_BAB I.pdf Download (49kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012115653069_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Peningkatan inaktivitas fisik akibat pandemi COVID-19 berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penurunan pembebanan mekanik otot akibat penurunan jumlah langkah per hari dilaporkan menyebabkan penurunan kekuatan otot tungkai bawah. Metode latihan hybrid merupakan metode latihan yang dikembangkan di Universitas Kurume, Jepang. Latihan hybrid menggunakan gaya yang dihasilkan oleh otot antagonis yang distimulasi secara elektrik untuk memberikan resistensi terhadap otot agonis yang berkontraksi volunter. Latihan ini mungkin dapat menjadi pilihan efektif untuk latihan penguatan di masa pandemi karena tidak memerlukan alat resistensi atau stabilisasi eksternal. Selain itu, keterlibatan kontraksi eksentrik otot antagonis saat otot agonis berkontraksi konsentrik mungkin dapat mengurangi imbalance otot agonis-antagonis dan menurunkan resiko cedera. Karena alat hybrid training system sulit direplikasi, modifikasi latihan hybrid dilakukan dengan menggunakan alat stimulasi konvensional. Objektif: Menganalisis adanya perbedaan DCR sendi lutut antara kelompok yang diberikan latihan penguatan modifikasi hybrid dibandingkan dengan kelompok yang diberikan NMES protokol Russian pada subjek sehat tidak terlatih. Metode: Penelitian dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Subjek adalah 24 orang laki-laki sehat tidak terlatih yang berusia 18-40 tahun dan telah memenuhi kriteria inklusi serta tidak memenuhi kriteria eksklusi. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu 12 orang dalam kelompok perlakuan yang mendapatkan latihan penguatan modifikasi hybrid 3 kali perminggu selama 4 minggu, dan 12 orang dalam kelompok kontrol yang mendapatkan terapi NMES Russian stimulation 3 kali perminggu selama 4 minggu. Hasil: Terdapat penurunan DCR 60o/detik non dominan (p-value 0,002) dan DCR 120o/detik non dominan (p-value 0,019) pada kelompok perlakuan. Tidak ada perbedaan signifikan DCR 60o/detik dan 120o/detik di kedua sisi tungkai pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan signifikan perubahan (delta) DCR antara kedua kelompok pada DCR 120o/detik non dominan (p-value 0,036). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pemberian latihan penguatan modifikasi hybrid dibandingkan NMES protokol Russian terhadap DCR sendi lutut pada subjek sehat tidak terlatih.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 107 - 23 Wir e | ||||
| Uncontrolled Keywords: | dynamic control ratio (DCR), modified hybrid training, Russian stimulation, resistance exercise | ||||
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM930-931 Rehabilitation therapy |
||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 06:14 | ||||
| Last Modified: | 11 Sep 2026 06:14 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146257 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


