MUHAMMAD ABDURRAHMAN AL HARAANI, - (2022) EVALUASI KLINIS DAN FUNGSIONAL PASCA TINDAKAN TRANSFER SARAF PADA PASIEN LESI PLEKSUS BRAKIALIS TRAUMATIKA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
cover.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (45kB) |
|
|
Text (full text)
011618126302.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Lesi Pleksus Brakialis Traumatika (LPBT) adalah cedera anyaman saraf tepi di daerah leher dan bahu berakibat pada kelumpuhan otot – otot bahu, siku, pergelangan tangan dan jari jari tangan. Dampak dari lesi pleksus brakialis traumatika pada pasien sangat besar pada berbagai aspek kehidupan yakni hilangnya fungsi aktivitas sehari-hari dan juga pekerjaan secara permanen. Tujuan dari rekonstruksi saraf pada leksi pleksus brakialis adalah mengembalikan fungsi klinis dan tercapainya kualitas hidup yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara lama waktu tunggu operasi dengan luaran klinis dan fungsional pasien dengan LPBT pascaoperasi transfer saraf Metode: Sebuah penelitian observasional analitik, dengan rancangan cohort retrospective dilakukan. Data diambil dari semua pasien LPBT yang telah dilakukan tindakan operasi transfer saraf oleh 1 ahli bedah (HSO) di RSUD Dr Soetomo antara Januari 2009 – Desember 2019. Setelah melewati kriteria inklusi dan eksklusi, data preoperatif dan paska operasi DASH, VAS, SF36, ROM bahu, ROM siku, ROM pergelangan tangan, dan fungsi sensoris pasien sampel dicatat dan ditabulasi. Data yang didapat kemudian dianalisis normalitas distribusinya dan diuji signifikansi hubungannya menggunakan uji t test atau mann whitney berdasar normalitas data. Hasil: Dilakukan evaluasi pada 50 pasien LPBT dengan kebanyakan sampel berusia dewasa (n=25, 50%), berjenis kelamin laki-laki (n=45, 90%). Perbandingan selisih skor antara preoperasi dan paskaoperasi pada pasien yang dioperasi <6 bulan dibanding >6 bulan ditemukan perbaikan yang lebih signifikan pada pasien yang dioperasi <6 bulan pada hampir seluruh metrik (DASH, VAS, SF36, Kekuatan Bahu, ROM bahu, Kekuatan siku, ROM siku, Kekuatan pergelangan tangan, dan ROM pergelangan tangan) kecuali nilai sensorik (<6 bulan dengan hipoestesi adalah 66.67% dibanding >6 bulan dengan hipoestesi 73.7%; p=0.23). Kesimpulan: Waktu pengoperasian yang lebih cepat pada pasien LPBT menghasilkan perbaikan luaran nyeri, kualitas hidup, dan fungsional lengan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 19 - 23 Muh e | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Brachial Plexus Injury, Nerve Transfer, Clinical Evaluation | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 03:32 | ||||||
| Last Modified: | 11 Sep 2026 03:32 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146357 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


