PRAKTIK SOSIAL KELOMPOK WIRAUSAHA “H2 RIFAL” DALAM PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU

Salma Rivani Luawo and Musta (2022) PRAKTIK SOSIAL KELOMPOK WIRAUSAHA “H2 RIFAL” DALAM PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
071517047314_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (221kB)
[img] Text (BAB I)
071517047314_BAB I.pdf

Download (86kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071517047314_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: https:/lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi dan menjelaskan praktik sosial kewirausahaan dalam perspektif Pierre Bourdieu, yang menitikberatkan pada proses keberhasilan kelompok wirausaha H2Rifal. Keberhasilan tersebut diidentifikasi melalui dua fase yaitu pembentukan dan pengembangan usaha. Pencapaian itu hasil dari praktik sosial para anggota kelompok dalam mendayagunakan habitus dan modal-modal di arena kewirausahaan yang dijalaninya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengambilan data dilakukan secara purposive, dengan subyek penelitian adalah 5 informan kunci anggota kelompok yang terdiri dari seorang ketua dan 4 orang anggota inti, serta 8 informan pendukung yang terdiri dari pihak pemerintah daerah, perbankan, koperasi, para reseller, pelaku usaha lokal yang pernah menjadi anggota kelompok H2 Rifal dan anggota komunitas pelaku UMKM Lokal. Penelitian ini menemukan bahwa: Pertama pada fase merintis usaha, habitus primer dan sekunder dari anggota kelompok berperan dalam membangun dan mengembangkan usaha “H2 Rifal”. Masih pada fase merintis usaha, modal produksi tidak dalam bentuk modal ekonomi, melainkan modal budaya dan modal sosial. Kedua, pada fase pengembangan usaha teridentifikasi pengembangan habitus sekunder yang berupa habitus religi. Habitus religi ini mempengaruhi cara anggota kelompok dalam menjalankan bisnis dengan mengedepankan konteks humanis, dan hal itu berdampak pada akumulasi modal ekonomi. Pada fase pengembangan usaha ini anggota kelompok dapat mengakumulasi modal sosial (jaringan internal dan eksternal), modal budaya (pengalaman dan modal keyakinan), modal ekonomi dan modal simbolik (keunikan dan pengakuan). Dalam proses akumulasi modal tersebut, kelompok H2 Rifal berinteraksi dengan koperasi, pemerintah, pihak bank, para reseller dan pelaku usaha UMKM. Kebaruan dari studi ini adalah (1). habitus religi yang berbasis pada nilai keyakinan agama berupa kebajikan yaitu saling tolong menolong dan memberi sedekah (charity) dari profit usaha. Keyakinan ini menjadi elemen baru dalam modal budaya, selain modal sosial (2) Elemen modal sosial yang belum dikemukakan oleh Bourdieu secara detail, antara lain: trust dan tanggung jawab sosial, (3). Penguasaan modal-modal tidak menimbulkan konsep dominasi, hal ini berbeda dengan pernyataan Bourdieu, bahwa kelompok yang menguasai modal cenderung mendominasi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 D.FISIP.S 18 - 23 Sal p
Uncontrolled Keywords: social practice, entrepreneurship, habitus, capital, arena
Subjects: H Social Sciences
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT51-65 Human settlements. Communities
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Doktor Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM
Salma Rivani LuawoNIM071517047314
MustaUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMustainUNSPECIFIED
Thesis advisorTuti BudirahayuUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 14 Sep 2026 02:16
Last Modified: 14 Sep 2026 02:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146476
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item