AYU NOVIA CHRISTANTI, - (2022) HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT COVID-19 DENGAN KECEMASAN DAN GEJALA OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD) PADA REMAJA USIA 20-24 TAHUN DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911233065 HALAMAN I.pdf Download (512kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911233065 BAB I.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911233065.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memicu kecemasan dan kekhawatiran pada di tengah masyarakat. Kasus aktif terus berkembang sejak pemerintah mengumumkan pasien pertama COVID-19 di Indonesia. Di tengah persebaran tersebut, remaja adalah salah satu kelompok masyarakat yang dominan tertular COVID-19. Kondisi tersebut mampu memicu rasa khawatir dan takut untuk tertular kembali. Ditambah dengan transisi aktivitas yang semula dilakukan di luar rumah harus berganti dari rumah saja. Situasi tersebut mampu memengaruhi kondisi psikologis pada remaja. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan riwayat penyakit COVID-19 terhadap kecemasan dan gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD) pada remaja usia 20-24 tahun di Surabaya.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Google Form berisi kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale untuk menilai kecemasan dan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI) Version ICD-10 untuk menilai gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD) kepada 100 responden berusia 20-24 tahun yang berdomisili di Surabaya secara snowball sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan chi-square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74 responden (74%) tidak memiliki kecemasan. Sedangkan, ada 16 responden (16%) yang bergejala OCD. Analisis uji korelasi chi-square antara riwayat penyakit COVID-19 dengan kecemasan menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut dengan nilai p = 0.704. Analisis uji korelasi chi-square antara riwayat penyakit COVID-19 dengan gejala OCD menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut dengan nilai p = 0.086. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara riwayat penyakit COVID-19 dengan kecemasan pada remaja usia 20-24 tahun di Surabaya dan tidak ada hubungan antara riwayat penyakit COVID-19 dengan gejala Obsessive Compulsive Disorder pada remaja usia 20-24 tahun di Surabaya. Kata kunci: COVID-19, kecemasan, gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.B 43 - 23 Ayu h | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | COVID-19, anxiety, Obsessive Compulsive Disorder (OCD) symptom | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kebidanan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 02:11 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Sep 2026 02:11 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146575 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


