STUDI ENTOMOLOGI PENENTUAN POST MORTEM INTERVAL PADA KASUS KERACUNAN ORGANOFOSFAT SYSTEMATIC REVIEW

BARIZAH LU'AY WIDYANA (2022) STUDI ENTOMOLOGI PENENTUAN POST MORTEM INTERVAL PADA KASUS KERACUNAN ORGANOFOSFAT SYSTEMATIC REVIEW. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
091814653012_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (134kB)
[img] Text (BAB I)
091814653012_BAB I.pdf

Download (42kB)
[img] Text (FULLTEXT)
091814653012_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Penentuan waktu kematian atau post-mortem interval (PMI) merupakan salah satu kunci utama dalam kepentingan forensik. Pada penemuan mayat yang sudah lama mengalami kematian dan telah membusuk, pemeriksaan post mortem sulit diidentifikasi. Salah satu cara untuk menentukan post mortem interval dilakukan dengan pengamatan terhadap serangga yang muncul disekitar mayat atau yang disebut entomologi forensik. Metode pengujian berdasarkan entomologi dilakukan dengan menganalisis jenis larva dan menghitung usia serangga sehingga dapat diperkirakan rentang waktu kematiannya. Saat ini entomologi forensik dikembangkan dalam pemeriksaan toksikologi sehingga serangga yang ditemukan dapat dijadikan sampel toksikologi. Salah satu penyebab kematian dapat dikarenakan keracunan, Salah satu racun yang sering digunakan dalam kasus keracunan atau bunuh diri adalah pestisida. Organofosfat merupakan pestisida yang sering menyebabkan keracunan pada manusia. Penelitian ini merupakan Systematic Review yakni penelitian yang mengambil dan mnengumpulkan data dari berbagai studi terdahulu yang terkait dengan tema yang dipilih. Penelitian dilakukan sesuai protokol dan registrasi untuk menjelaskan studi yang telah ada dengan merujuk pada PRISMA dan JBI. Pencarian literatur dilakukan pada delapan database yaitu Google Scholar, PubMed, Science Direct, Spingerlink, ProQuest, Sage Journal, Academia, dan Research Gate. Hasilnya didapatkan 21 studi setelah dilakukan seleksi dan eliminasi sesuai dengan protokol. Penentuan post mortem interval yang paling akurat dan tepat bergantung pada perubahan pasca kematian dan proses dekomposisi. Beberapa jenis pestisida dapat menyebabkan proses dekomposisi berlangsung lebih cepat namun beberapa jenis pestisida lainnya dapat memperlambat proses dekomposisi. Kandungan racun pada jasad yang termakan oleh serangga nekrofagus memberikan efek terhadap perkembangan dan pertumbuhan serangga nekrofagus. Pertumbuhan larva lalat akan terhambat atau bahkan terhenti, Adanya kandungan racun pada mayat dapat menjadi faktor perancu dalam penentuan post-mortem interval. Kematian yang diakibatkan racun dan obat – obatan juga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut karena jenis racun dan obat memiliki efek samping yang berbeda pula pada tubuh.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 T.SPs.IF 14 - 23 Bar s
Uncontrolled Keywords: forensic, post-mortem interval, Entomology,Insect, Organophosphate
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1001-1171 Forensic medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > S2 Ilmu Forensik
Creators:
CreatorsNIM
BARIZAH LU'AY WIDYANANIM091814653012
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBUDI UTOMONIDN0018055904
Thesis advisorAHMAD YUDIANTONIDN8888130017
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 14 Sep 2026 06:15
Last Modified: 14 Sep 2026 06:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146694
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item