Efek Penambahan Trancutaneous Auricular Vagus Nerve Stimulation (tVNS) Terhadap Status Disabilitas Pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis

YANIAR UZLIFATIN (2022) Efek Penambahan Trancutaneous Auricular Vagus Nerve Stimulation (tVNS) Terhadap Status Disabilitas Pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011728166308_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (267kB)
[img] Text (BAB I)
011728166308_BAB I.pdf

Download (59kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011728166308_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (NPB) kronis merupakan masalah krusial yang jika tidak diangani dapat berpengaruh pada kapasitas fungsional dan beban ekonomi serta berdampak pada produktivitas dan aktivitas sehari-hari. Roland Morris Disability Questionnaire (RMDQ) merupakan alat untuk mengukur perubahan derajat disabilitas pada pasien nyeri punggung bawah. Manajemen NPB kronis paling baik ditangani dengan pendekatan biopsikososial dan pemberian terapi seperti latihan dan pemberian modalitas seperti transcutaneous auricular vagus nerve stimulation (tVNS). Stimulasi nervus vagus merupakan pendekatan modalitas non-invasif yang terbukti dapat mengurangi nyeri dan disabilitas dari berbagai jalur. Obyektif: Untuk mengetahui pengaruh penambahan transcutaneous auricular vagus nerve stimulation (tVNS) terhadap status disabilitas pada pasien nyeri punggung bawah kronis. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Oktober 2022. Dua puluh dua subjek, yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (masing�masing sebanyak 11 orang). Kelompok perlakuan mendapatkan terapi latihan 2x/minggu selama 2 minggu dan tVNS dengan frekuensi 25 Hz, durasi 20 menit, 5x/minggu selama 2 minggu. Kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi latihan 2x/minggu selama 2 minggu. Parameter yang dievaluasi pada penelitian ini adalah nilai status disabilitas menggunakan RMDQ. Pengukuran dilakukan dua kali yaitu sebelum dan setelah 2 minggu intervensi. Hasil: Didapatkan peningkatan skor RMDQ secara bermakna pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (P=0,000 dan P=0,001), tetapi tidak didapatkan perbedaan antar kedua kelompok setelah intervensi (P=0,861), dan tidak didapatkan perbedaan selisih (delta) skor RMDQ antar kelompok (P=0,669). Kesimpulan: Penambahan tVNS terhadap terapi latihan selama 2 minggu tidak menunjukkan efek yang lebih superior pada perbaikan disabilitas dibandingkan latihan saja pada pesien nyeri punggung bawah kronis. Terapi latihan saja sudah dapat memperbaiki status disabilitas. Kata Kunci: Nyeri punggung bawah kronis, latihan, tVNS, disabilitas, RMDQ

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.IFR 21 - 23 Yan e
Uncontrolled Keywords: Chronic low back pain, exercise, tVNS, disability, RMDQ
Subjects: R Medicine > RD Surgery > RD701-811 Orthopedic surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
YANIAR UZLIFATINNIM011728166308
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRR. INDRAYUNI LUKITRA WARDHANINIDN0010015908
Thesis advisorLYDIA ARFIANTIUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 16 Sep 2026 00:37
Last Modified: 16 Sep 2026 00:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146940
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item