TOPONIMI NAMA-NAMA KELURAHAN DI SURABAYA WILAYAH BARAT: KAJIAN ETNOLINGUISTIK

ANNISA KARTIKASARI (2022) TOPONIMI NAMA-NAMA KELURAHAN DI SURABAYA WILAYAH BARAT: KAJIAN ETNOLINGUISTIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
121811133159_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
121811133159_BAB I.pdf

Download (644kB)
[img] Text (FULLTEXT)
121811133159_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna toponimi nama-nama kelurahan di Surabaya wilayah barat dan mendeskripsikan nilai-nilai budaya pada toponimi nama-nama kelurahan di Surabaya wilayah barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik yang menghubungkan kajian bahasa dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode etnografi dengan menggunakan teknik pengamatan dan wawancara mendalam berupa simak libat cakap rekam dan catat. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bentuk dan makna dari toponimi penamaan kelurahan di Surabaya wilayah barat. Bentuk yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu berupa kata dan frasa. Dalam bentuk kata terdapat pada Kelurahan Tandes, Kelurahan Beringin, Kelurahan Lontar, Kelurahan Benowo, Kelurahan Pakal, dan Kelurahan Made. Bentuk frasa terdapat pada Kelurahan Manukan Kulon, Kelurahan Manukan Wetan, Kelurahan Banjar Sugihan, Kelurahan Karangpoh, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Sambikerep, Kelurahan Babat Jerawat, dan Kelurahan Sumber Rejo. Makna toponimi Kelurahan di Wilayah Surabaya Barat berasal dari kejadian bersejarah, kondisi lingkungan dan alam, peninggalan bersejarah dan aktivitas masyarakat pada zaman dahulu. Kemudian nilai budaya yang terdapat pada toponimi kelurahan di Surabaya wilayah barat yaitu kerukunan dan penyelesaian konflik terdapat pada Kelurahan Balongsari, dan nilai pikiran positif terdapat pada Kelurahan Sumber Rejo, nilai kesejahteraan yaitu gotong royong terdapat pada Kelurahan Babat Jerawat dan Kelurahan Manukan Kulon, Nilai budaya paling banyak terdapat pada cerita masyarakat berupa legenda terdapat pada Kelurahan Kelurahan Tandes, Kelurahan Made, Kelurahan Banjar Sugihan, Kelurahan Benowo dan mitos terdapat pada Kelurahan Pakal, Kelurahan Made, Kelurahan Banjar Sugihan. Dalam pembahasan pada bab sebelumnya, hasil data memperlihatkan beberapa kelurahan memiliki beberapa versi untuk mendukung asal-usul toponimi kelurahan di Surabaya wilayah barat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FIB.I 49 - 23 Ann t
Uncontrolled Keywords: toponimy, wards in the western region of Surabaya, and Ethnolinguistic.
Subjects: P Language and Literature
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsNIM
ANNISA KARTIKASARINIM121811133159
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDWI HANDAYANINIDN196702161992032001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:03
Last Modified: 16 Sep 2026 01:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147037
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item