PREVALENSI CACING PADA KAMBING GUNUNG (Ammotragus lervia) DI KEBUN BINATANG SURABAYA (KBS)

SAVINA ALI, - (2011) PREVALENSI CACING PADA KAMBING GUNUNG (Ammotragus lervia) DI KEBUN BINATANG SURABAYA (KBS). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Fulltext)
SAVINA ALI20260121_11192556.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

"Penelitian prevalensi cacing pada kambing gunung di Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan bimbingan Prof. Dr. H. Setiawan Koesdarto, drh., M.Sc sebagai pembimbing pertama dan Soetji Prawesthirini, drh., SU sebagai pembimbing kedua. KBS adalah salah satu sangkar peraga terbuka yang menyerupai habitat alaminya. KBS mempunyai fungsi sebagai tempat perlindungan dan pelestarian satwa liar terutama untuk satwa langka yang dilindungi oleh Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai manfaat sumber daya biologi yang dapat dimanfaatkan, diantaranya untuk penelitian di bidang farmasi dan kedokteran maupun kedokteran hewan. Satwa yang menjadi obyek penelitian di KBS adalah kambing gunung (Ammotragus lervia). Kambing gunung merupakan satwa liar yang berasal dari Afrika Utara. Pengambilan sampel feses dilakukan langsung dari kandang kambing gunung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi telur cacing pada feses kambing gunung, sehingga dapat digunakan sebagai informasi yang layak dan diharapkan membantu pemberantasan penyakit cacing. Sampel yang diambil mulai bulan September hingga Oktober 2010 pada kambing gunung berturut-turut dari 23 ekor kambing gunung dengan 5 kali pengamatan. Sampel feses diperiksa dengan metode natif, metode sedimentasi sederhana dan metode pengapungan Fulleborn. Data yang diperoleh diolah menggunakan rumus prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing gunung terinfeksi cacing Haemonchus contortus, Oesophagostomum columbianum, Fasciola hepatica, Trichuris ovis dan Strongyloides papillosus. Perubahan lingkungan, pakan, dan habitat asli mampu mempengaruhi kondisi tubuh dan mudah menimbulkan penyakit. Penyakit cacing dapat menyebar melalui tanah yang terkontaminasi. Pakan diletakkan diatas permukaan tanah memudahkan telur atau larva cacing menginfeksi kambing gunung. Indonesia merupakan daerah tropis dan lembab serta musim yang berubah-ubah, menyebabkan banyaknya parasit yang berkembang dan bertahan hidup di tanah sehingga mempertinggi kasus infeksi. Penyakit cacing dapat dicegah dengan melakukan manajemen kandang yang balk, meliputi kebersihan pakan dan minum, sanitasi kandang yang bersih, lahan yang luas agar tidak terjadi kepadatan populasi, mengadakan padang penggembalaan jika diperlukan dan pemberian obat cacing secara berkala (2-3 bulan sekali dilakukan pemeriksaan feses setelah itu pemberian obat cacing yang infektif)."

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM
SAVINA ALI, -060710050
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSetiawan Koesdarto, --
Thesis advisorSoetji Prawesthirini, --
Depositing User: Jadik jdkyanto Wijayanto
Date Deposited: 17 Sep 2026 04:23
Last Modified: 17 Sep 2026 04:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147296
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item