SWINE DYSENTERY

Yvonne Magdalena, Indrawani (1982) SWINE DYSENTERY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
Y VONNE MAGDALENA INDRAWANI.pdf

Download (24MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Swine Dysentery dikenal juga sebagai penyakit Haemorrhagic Enteritis; Bloody Diarrhea; Bloody Scours; Bloody Dysentery; Bloody Flux; Black Scours; Colitis, Vibrionic Dysentery; Haemorrhagic Dysentery; Mucohemorrhagic. Babi semua tingkatan umur dapat diserang penyakit ini dan umumnya anak babi yang lepas susu dan babi muda (2–4 bulan) mudah diserang. Penyakitnya dapat bersifat akut atau kronis. Penularan Swine Dysentery terjadi karena pencemaran makanan atau minuman babi yang sehat oleh feses penderita. Mula-mula penyakit ini ditemukan dan dilaporkan oleh Whiting, Doyle dan Spray pada tahun 1921 di USA. Menurut dugaan para ahli tersebut penyebab Swine Dysentery adalah kuman Vibrio coli. Menurut penyelidikan paling akhir, penyebab Swine Dysentery adalah kompleks. Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Tanda-tanda karakteristik dari Swine Dysentery adalah dia rhea profus yang haemorhagis. Peningkatan suhu tubuh sangat bervariasi. Bagian perut mengejang dan kadang-kadang disertai muntah-muntah. Gejala yang terlihat sangat menyolok adalah turunnya berat badan dengan cepat. Perubahan patologis anatomis adalah radang usus besar terutama colon dan disertai dengan lesi-lesi yang hemorhagik dan nekrotik, kelenjar limfa mesentericae membengkak. Dalam keadaan yang luar biasa radang dapat meluas sampai ke lambung dan usus halus bagian posterior. Diagnosa penyakit ini berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratoris. Sedangkan diagnosa banding dari penyakit ini adalah semua penyakit dia rhea disertai dengan perdarahan. Cara yang terbaik untuk menanggulangi penularan dan penyebaran penyakit ini adalah dengan menyelenggarakan sanitasi kandang dan menejemen peternakan yang baik antara lain pengelompokan babi berdasarkan umur. Babi yang akan dimasukkan dalam peternakan harus dikarantinakan dulu. Antibiotika dan preparat chemotherapeutik dalam makanan atau minuman dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Untuk ternak babi yang sakit dapat diobati tetapi yang lebih ekonomis

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Swine Dysentery; swine; Treponema hyodysenteriae; pig diseases; veterinary medicine; enteritis; colitis; disease prevention; disease treatment.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM
Yvonne Magdalena, IndrawaniUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorR. Soepardi, DanoesasmitaUNSPECIFIED
Depositing User: Khoirul Falah Saktiko
Date Deposited: 18 Sep 2026 09:23
Last Modified: 18 Sep 2026 09:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147324
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item