Muhammad Daffa Arkan Naufal, - (2022) Hubungan Interdialytic Weight Gain terhadap Kendali Tekanan Darah pada Pasien Hemodialisis di RSUD Dr. Soetomo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133269 HALAMAN I.pdf Download (575kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133269 BAB I.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133269.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Pada pasien PGK stadium akhir yang menjalani hemodialisis, fungsi-fungsi fisiologis ginjal sangat menurun sehingga ginjal sudah tidak bisa mengatur keluaran urine. Respon ginjal pada perubahan masukan cairan dan natrium sudah tidak berfungsi sebagaimana dengan mestinya. Kelebihan masukan cairan diantara dua terapi hemodialisis yang ditunjukkan dengan peningkatan berat badan dikenal sebagai Interdialytic Weight Gain (IDWG). Besar IDWG sejalan dengan besar jumlah kelebihan cairan dalam tubuh pasien yang dapat mengakibatkan semakin tinggi pula risiko komplikasinya. Kelebihan cairan sebelum hemodialisis juga menjadi faktor penting dalam peningkatan tekanan darah. Sebanyak 51% pasien PGK stadium akhir yang menjalani hemodialisis memiliki penyakit penyerta hipertensi. Peningkatan tekanan darah atau hipertensi merupakan salah satu etiologi dan komplikasi PGK yang menjalani hemodialisis dan menjadi faktor risiko meningkatnya derajat keparahan dari PGK itu sendiri. Tujuan : Mengetahui terdapatnya hubungan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan kendali tekanan darah pada pasien hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSUD Dr. Soetomo Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder pada sebanyak 87 subjek yang diambil dari populasi pasien PGK stadium akhir yang menjalani hemodialisis rutin di Instalasi Hemodialisis RSUD Dr. Soetomo. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan JASP. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sebagian besar subjek memiliki IDWG kategori ringan (40,2%). Tekanan darah mayoritas menunjukan kategori Hipertensi tahap 1 (45,98%). Konsumsi natrium dan cairan subjek adalah Median±IQR 11,8±138,034 dan 600,000±250,000. Uji hubungan bivariat antara IDWG dan kendali tekanan darah pada pasien Hemodialisis (p = 0,451 dan p = 0,712) menunjukan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IDWG dan kendali tekanan darah Kata Kunci : penyakit ginjal kronis, hemodialisis, tekanan darah, hipertensi, natrium, cairan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 213 - 23 Muh h | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | chronic kidney disease, hemodialysis, blood pressure, hypertension, sodium, fluids | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 02:03 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Sep 2026 02:03 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147353 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


