Studi Korelasi Parameter Fisika Kimia dengan Kadar Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan pada Madu Monoflora dan Multiflora sebagai Dasar Pengembangan Metode Kontrol Kualitas Bahan Baku

SULISTYIANINGSIH (2022) Studi Korelasi Parameter Fisika Kimia dengan Kadar Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan pada Madu Monoflora dan Multiflora sebagai Dasar Pengembangan Metode Kontrol Kualitas Bahan Baku. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
052014153003_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
052014153003_BAB I.pdf

Download (794kB)
[img] Text (FULLTEXT)
052014153003_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu bahan alam yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia adalah madu. Madu memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan aktif mengingat berbagai aktivitas biologi yang dimiliki. Diperlukan pengembangan metode untuk kontrol kualitas madu. Oleh sebab itu, diperlukan studi untuk mengetahui apakah terdapat korelasi parameter uji fisika kimia dengan potensi aktivitas, dalam hal ini sebagai model digunakan aktivitas antioksidan, sebagai dasar pengembangan kontrol kualitas bahan baku madu berdasarkan konsep “Quality Consistency” yang dapat memberikan informasi bagi konsumen terkait terpenuhinya standar kualitas madu. Studi dilakukan terhadap sifat fisika kimia madu monoflora dan multiflora ditinjau dari parameter bau, rasa, warna, viskositas, aktivitas enzim diastase, hidroksimetilfurfural (HMF), kadar air, gula pereduksi (glukosa), keasaman, padatan tak larut air dan kadar abu, terhadap aktivitas antioksidan. Di samping itu dipelajari pula korelasi parameter fisika kimia terhadap kadar fenolik total pada madu monoflora dan multiflora. Senyawa fenolik diduga berperan dalam aktivitas antioksidan madu, berdasarkan publikasi penelitian yang telah ada. Madu yang digunakan dalam penelitian ini adalah madu monoflora yaitu madu randu, madu kelengkeng, dan madu rambutan serta madu multiflora yaitu madu hutan Pusbahnas, Sumbawa dan Bengkulu. Penetapan sifat fisika kimia pada penelitin ini mengikuti metode dari standar baku madu di Indonesia yaitu SNI 8664:2018. Penetapan kadar fenolik total dilakukan dengan metode Folin-ciocalteu meggunakan standart asam galat secara spektrofotometri Uv-Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sifat fisika kimia (parameter: rasa, bau, padatan tak larut air) dan kadar fenolik total pada madu monoflora (madu randu, kelengkeng dan rambutan) dan madu multiflora (madu hutan). Hal lain yang didapat pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara sifat fisika kimia dengan parameter: warna, keasaman, kadar HMF dan kadar glukosa, terhadap aktivitas antioksidan pada madu monoflora maupun multiflora. Serta terdapat hubungan yang signifikan antara sifat fisika kimia (parameter warna dan keasaman) terhadap kadar fenolik total pada madu monoflora dan multiflora.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FF 04 - 23 Sul s
Uncontrolled Keywords: honey, physicochemical properties, antioxidant activity, total phenolics.
Subjects: R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S2 Ilmu Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
SULISTYIANINGSIHNIM052014153003
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRIESTA PRIMAHARINASTITINIDN197204181997032001
Thesis advisorACHMAD TOTO POERNOMONIDN195909181987101001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 22 Sep 2026 07:17
Last Modified: 22 Sep 2026 07:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147694
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item