Septiandita Nikmawati (2022) Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Berbantu Ultrasonik Dan Maserasi Terhadap Kadar Protein Dari Ekstrak Artemia Sp. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141711133126 HAL I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
141711133126 BAB 1.pdf Download (133kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
141711133126.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Artemia merupakan salah satu komoditas perikanan yang penting karena pemanfaatannya sebagai pakan larva ikan atau udang dalam kegiatan pembenihan. Artemia (udang air asin) adalah krustasea yang termasuk dalam subkelas Branchiopoda dan merupakan makrozooplankton yang terdapat pada banyak lingkungan hipersalin. Artemia banyak mengandung nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein dan asam amino. Pemanfaatan ekstrak protein Artemia diketahui telah banyak digunakan dalam kosmetik sebagai pelindung sinar matahari dan agen anti-aging di seluruh dunia. Penggunaan protein dari ekstrak Artemia memungkinkan untuk dapat dikembangkan dan diaplikasikan sebagai antikanker dan antileukimia dalam bidang kesehatan. Potensi ekstrak protein Artemia dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan memperhatikan proses ekstraksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang lebih baik dalam ekstraksi Artemia antara metode berbantu ultrasonik dan metode maserasi, sehingga didapatkan metode paling efektif untuk mengekstrak protein Artemia dengan jumlah yang paling tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Parameter utama dalam penelitian ini adalah kadar protein ekstrak Artemia dari metode berbantu ultrasonik dan metode maserasi. Penelitian ini dilakukan secara bertahap yang dimulai dari studi pendahuluan untuk menentukan waktu ekstraksi terbaik, kemudian dilanjutkan studi utama untuk membandingkan metode. Hasil studi pendahuluan kadar protein ekstrak Artemia menggunakan metode berbantu ultrasonik diperoleh hasil tertinggi adalah pada perlakuan waktu ekstraksi 15 menit, sedangkan kadar protein tertinggi ekstrak Artemia menggunakan metode maserasi adalah pada perlakuan waktu 2 jam. Hasil analisis data studi utama diperoleh nilai signifikansi p < 0.05, artinya terdapat perbedaan IR –PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA vi SKRIPSI PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRA... SEPTIANDITA N antara metode berbantu ultrasonik dan maserasi. Untuk hasil perbandingan metode, diketahui bahwa metode ekstraksi berbantu ultrasonik selama 15 menit dapat mengekstrak protein Artemia hingga 0.691 mg/mL, sedangkan metode maserasi selama 2 jam menunjukkan hasil yang lebih rendah dengan nilai kadar yaitu 0.384 mg/mL. Berdasarkan hasil studi utama tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi berbantu ultrasonik merupakan metode yang lebih efektif digunakan dalam ekstraksi protein Artemia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A.18-22 Sep p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Fishes--Feeding And Feeds | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry Q Science > QK Botany Q Science > QL Zoology S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
|||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:53 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:53 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147785 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


