TAUFIQUR RAKHIM ADITRA, - (2022) Pengaruh Pemberian Antihistamin Oral Terhadap Pembentukan Jaringan Granulasi Luka Full-Thickness Padatikus Putih (Rattus Norvegicus). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
012015653060 HALAMAN I.pdf Download (202kB) |
|
|
Text (BAB I)
012015653060 BAB I.pdf Download (32kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
012015653060.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Antihistamin Oral Terhadap Pembentukan Jaringan Granulasi Luka Full-Thickness pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Taufiqur Rakhim Aditra, Agus Santoso Budi, Iswinarno Doso Saputro Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetikm Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya - Indonesia Pendahuluan: Jaringan granulasi terbentuk pada fase proliferasi dari penyembuhan luka. Dengan adanya jaringan granulasi, proses epitelisasi dapat berlangsung. Jika terjadi gangguan pada proses terbentuknya jaringan granulasi, maka dapat terjadi hambatan pada proses penyembuhan luka. Antihistamin terbukti dapat memberikan efek terhadap fibroblas jaringan luka abnormal dan menurunkan sintesis kolagen baik dengan pemberian topikal in vivo maupun pada kultur in vitro. Maka dari itu, muncul gagasan untuk meneliti efek pemberian antihistamin oral terhadap pembentukan jaringan granulasi, kepadatan kolagen dan angiogenesis. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian experimental ramdomized post-test only control group. Tiga puluh dua ekor tikus dibagi dalam 2 kelompok, dimana pada kelompok 1 diperlakukan sebagai kontrol sedangkan pada kelompok 2 diberikan treatment diphenhydramine oral dengan dosis sesuai berat badan. Pada semua tikus dibuat luka full thickness pada punggung. Perlakuan dilakukan setiap hari selama 7 hari. Pada hari ke-7, dari setiap tikus akan dilakukan pengambilan spesimen jaringan granulasi dengan excisional biopy pada luka tersebut. Dari setiap sampel jaringan granulasi, diambil data berupa ketebalan jaringan granulasi, kepadatan kolagen dan jumlah kapiler. Uji yang akan dilakukan pada masing-masing variable adalah dengan metode T2 sampel bebas, uji non parametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Dari hasil penelitian, rerata ketebalan jaringan granulasi di kelompok perlakuan secara signifikan lebih kecil dari kelompok kontrol (215,82 ± 44,73 ?m vs. 304,43 ± 58,61 ?m, p<0,005). Jumlah rerata pembuluh darah pada jaringan granulasi di kelompok perlakuan secara signifikan lebih sedikit dari kelompok kontrol (38,11 ± 5,31 vs 69,66 ± 11,81, p<0,005). Untuk variable kepadatan kolagen, hasil kelompok perlakuan secara signifikan lebih kecil daripada kelompok kontrol, dengan hasil analisa non-parametrik Kruskal-Wallis mendapatkan skor H (df 1) = 14,49006 (p<0,0001). Kesimpulan: Pemberian antihistamin oral dapat menghambat pembentukan jaringan granulasi pada luka full thickness serta menurunkan kepadatan kolagen dan angiogenesis. Hal ini dapat menjadi acuan tentang efek antihistamin oral terhadap penyembuhan luka, terutama pada proses terbentuknya jaringan granulasi. Kata kunci: Antihistamin, Jaringan Granulasi, Kolagen, Angiogenesis
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 49 - 23 Tau p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Antihistamines, Granulation Tissue, Collagen, Angiogenesis | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 06:56 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Sep 2026 06:56 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147887 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


