Penurunan Derajat Kerusakan Histopatologi Paru Akibat Cedera Iskemia Reperfusi Tungkai Bawah Akut Dengan Terapi Kombinasi Pentoxifylline Dan Vitamin C

MAIKEL TRIYUDI TAPPANG (2022) Penurunan Derajat Kerusakan Histopatologi Paru Akibat Cedera Iskemia Reperfusi Tungkai Bawah Akut Dengan Terapi Kombinasi Pentoxifylline Dan Vitamin C. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012015653011_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB I)
012015653011_BAB I.pdf

Download (374kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012015653011_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Beberapa penelitian melaporkan kejadian iskemia tungkai akut sekitar 1,5 kasus per 10.000 orang per tahun. Angka kematian akibat iskemia tungkai akut berkisar antara 15-20% dan angka morbiditas 25% dengan amputasi dan 5-25% dengan fasiotomi. Reperfusi anggota badan iskemik dapat menyelamatkan anggota badan dari amputasi. Namun, cedera reperfusi iskemia juga dapat menyebabkan kerusakan sistemik berupa kerusakan berbagai organ tubuh yang meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Jaringan paru merupakan organ target yang mudah terkena dan kerusakan akibat cedera reperfusi iskemia dapat menyebabkan cedera paru akut dan sindrom gangguan pernapasan akut. Studi ini bertujuan untuk melihat apakah terapi kombinasi Pentoxifylline dan Vitamin C dalam mengurangi efek cedera reperfusi iskemia pada jaringan paru-paru dan mempunyai efek protektif terhadap kerusakan jaringan paru-paru akibat cedera reperfusi iskemia pada tungkai bawah. Metode: Pengambilan jaringan paru dilakukan secara sternotomi median, dilakukan pada 2 kelompok model tikus Sprague-Dawley yang telah dilakukan oklusi sementara kedua arteri femoralis. Setiap kelompok terdiri dari 16 tikus, dengan kelompok perlakuan menerima pentoxifylline dan vitamin C, dan kelompok kontrol tidak diberikan terapi. Evaluasi derajat kerusakan paru tikus dilakukan secara histopatologis berdasarkan Derajat Greca. Hasil: Didapatkan penggunaan terapi kombinasi pentoxifylline dan vitamin C dapat menurunkan derajat kerusakan paru akibat cedera reperfusi iskemia. Pada uji statistik Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,000. Kesimpulan: Penggunaan terapi kombinasi pentoxifylline dan vitamin C dapat menurunkan derajat kerusakan paru pada cedera reperfusi akibat iskemia pada hewan coba. Peneliti mendukung studi lebih lanjut mengenai terapi kombinasi ini, terutama pada populasi hewan coba yang lebih besar.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 36 - 23 Mai p
Uncontrolled Keywords: Acute limb Ischemia, Ischemia reperfusion injury in the lung, Lung protective in reperfusion injury, pentoxifylline, vitamin C
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
MAIKEL TRIYUDI TAPPANGNIM012015653011
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorYAN EFRATA SEMBIRINGNIDN197501282006041001
Thesis advisorWILLY SANDHIKANIDN131877897
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 25 Sep 2026 06:49
Last Modified: 25 Sep 2026 06:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147890
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item