ZAHRUL RIZAL FIKRI (2022) EKSPLOITASI TRADISI CAROK DALAM PILKADES KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2019. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071611333071_HALAMAN JUDUL.pdf Download (974kB) |
|
|
Text (BAB I)
071611333071_BAB I.pdf Download (949kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071611333071_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang eksploitasi tradisi carok dalam Pilkades tahun 2019 di Kabupaten Sampang. Kabupaten Sampang memiliki pola kehidupan politik yang tidak lepas dari budaya yang ada di daerah tersebut. Dalam pemilihan Kelebun atau Kepala Desa ini cukup familiar dengan budaya carok. Dimana budaya carok bertujuan untuk mempertahankan harga diri masyarakat Madura pada umumnya, termasuk dalam hal pengambil alihan kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan. Dapat dikatakan bahwasannya carok adalah bagian dari alternatif penyelesaian masalah bagi masyarakat Madura, termasuk masyarakat di wilayah Kab. Sampang. Dalam rangka pilkades serentak tahun 2019 ini banyak sekali ditemukan fenomena carok. Motifnya tidak lain terjadi karena ada gesekan antar calon, seperti yang dibahas penulis di skripsi ini adalah eksploitasi tradisi carok dalam Pilkades tahun 2019 di Kabupaten Sampang yang disebabkan karena masyarakat yang terfokus pada perebutan kekuasaan serta tidak bisa terlepas dari tradisi yang ada. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun data yang didapatkan dalam penelitian ini melalui tiga cara, yaitu in depth interview, observasi dan dokumentasi. Terdapat tiga simpulan dalam penelitian ini yang pertama, proses kontestasi politik di desa wilayah Kabupaten Sampang terfokus pada persoalan perebutan kekuasaan, sehingga para kandidat menggunakan berbagai cara termasuk salah satunya carok sebagai strategi pemilihan kepala desa. Kedua, dalam dinamika politik di desa tidak bisa terlepas dengan tradisi yang ada di tiap wilayah. Sehingga pola yang terjadi pada politik lokal begitu otentik sesuai dengan kearifan lokal tiap wilayah. Di Sampang carok berpengaruh dalam dinamika politik desa pada persoalan instrumen politik. Ketiga, tradisi carok berdampak pada proses berjalannya pemerintahan desa. Dimana pemilihan kepala desa yang bersinggungan dengan carok akan berbeda dinamika politiknya lebih keras dan fluktuatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.P 138 - 23 Zah e | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | carok tradition, Pilkades in 2019, Sampang Regency | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JS Local government Municipal government | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 00:00 | ||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 00:00 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147928 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


