Peran Mitra Dalam Pelaksanaan Program Pendewasaan Usia Perkawinan Di Kabupaten Banyuwangi

FARAH FAULIN NUR, - (2022) Peran Mitra Dalam Pelaksanaan Program Pendewasaan Usia Perkawinan Di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
101811535012 HALAMAN I.pdf

Download (284kB)
[img] Text (BAB I)
101811535012 BAB I.pdf

Download (84kB)
[img] Text (FULL TEXT)
101811535012.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat yang pada akhirnya menjadi salah satu permasalahan kependudukan. Pada tahun 2021, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu wilayah yang memiliki kasus pernikahan dini yang tinggi di Provinsi Jawa Timur dengan total kasus pernikahan dini sebesar 1.172 kasus. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana yang merupakan OPD-KB di Kabupaten Banyuwangi memiliki peran dalam menurunkan prosentase pernikahan dini sebagai upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banyuwangi. Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah suatu langkah yang diselenggarakan untuk menurunkan kasus pernikahan dini dengan cara mendewasakan usia kawin pertama. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan program ini oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi adalah dengan menjalin kemitraan kepada sejumlah institusi pemerintahan, organisasi profesi, serta beberapa organisasi kemasyarakatan. Namun, jalinan kemitraan program PUP dinilai belum dapat mencapai tujuan dasar program. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran mitra dalam jalinan program PUP berdasarkan analisis Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Penelitian dilakukan melalui wawancara serta studi dokumentasi kepada sejumlah institusi mitra PUP. Hasil penelitian didapatkan bahwa, jalinan kemitraan PUP di Kabupaten Banyuwangi belum berjalan dengan optimal karena terdapat hambatan pada unsur CIPP di dalam kemitraan. Unsur context yang menjadi masalah pada kemitraan PUP antara lain rendahnya komitmen kemitraan karena belum adanya kontrak perjajian kerja Selanjutnya, unsur input yang meliputi sumber daya pelaksanaan program saat ini masih terbatas sehingga pelaksanaan program belum terlaksana dengan optimal. Komunikasi serta kegiatan monitoring dan evaluasi yang menjadi unsur process kemitraan PUP juga dinilai kurang efektif hingga mengakibatkan kesalahan persepsi terkait pelaksanaan kemitraan oleh beberapa institusi mitra. Hambatan unsur product berupa tidak tercapainya target program PUP pada tahun 2021 disebabkan karena rendahnya komitmen masyarakat dalam menerapkan upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.PDD 13 - 23 Far p
Uncontrolled Keywords: Evaluation, Partners, Collaboration, Coordination, Marriage Age Maturity Program
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA790-790.95 Mental health. Mental illness prevention
Divisions: 17. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam > Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
FARAH FAULIN NUR, -NIM101811535012
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLUTFI AGUS SALIM, -NIP197008201997021001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 25 Sep 2026 12:16
Last Modified: 25 Sep 2026 12:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147932
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item