Agustin Rahmawati, - (2022) MODEL KESEIMBANGAN KERJA KELUARGA POLWAN DITINJAU DARI OPTIMISME, SELF EFFICACY, DUKUNGAN SOSIAL SUAMI, DAN PERAN GENDER EGALITARIAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
111517127310 HALAMAN I.pdf Download (318kB) |
|
|
Text (BAB I)
111517127310 BAB I.pdf Download (192kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
111517127310.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Seperti halnya perempuan bekerja pada umumnya, Polwan juga mengambil konsekuensi menjalankan dua peran dan tanggung jawab sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Dengan kondisi tersebut maka upaya untuk menyeimbangkan kedua peran menjadi sangat penting, karena tidak hanya akan berdampak pada kesejahteraan individu dan keluarga, tetapi juga untuk kepentingan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model teoritik keseimbangan kerja-keluarga Polwan, dengan melihat pengaruh optimisme, self efficacy, dukungan sosial suami, dan peran gender egalitarian. Sampel penelitian berjumlah 307 Polwan dari 39 satuan kerja Kepolisian Resort di bawah naungan Polda Jawa Timur, yang diambil melalui teknik purposive sampling. Kriteria subyek penelitian adalah berstatus menikah, memiliki minimal satu orang anak berusia di bawah 18 tahun dan suami yang bekerja di sektor formal. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner, dan dianalisis dengan menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan model teoritik telah sesuai dengan data empiris di lapangan. Kondisi ini berarti keseimbangan kerja-keluarga Polwan dapat dioptimalkan melalui peningkatan optimisme, self efficacy, dukungan sosial suami, dan peran gender egalitarian. Variabel self efficacy berperan secara signifikan baik sebagai prediktor secara langsung terhadap keseimbangan kerja-keluarga maupun sebagai mediator antara dukungan sosial suami dan keseimbangan kerja-keluarga. Penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwa keyakinan tentang peran gender egalitarian berperan sebagai moderator antara dukungan sosial suami dan keseimbangan kerja-keluarga. Dukungan sosial suami memengaruhi keseimbangan kerja-keluarga secara tidak langsung melalui self efficacy. Semakin banyak dukungan sosial yang diterima Polwan dari suami, maka akan semakin tinggi tingkat self efficacy. Selanjutnya, self efficacy ini akan memengaruhi keseimbangan kerja-keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoretis bagi pengembangan konsep keseimbangan kerja-keluarga dan penelitian selanjutnya. Dan secara praktis memberikan manfaat bagi organisasi, keluarga, dan Polwan sebagai individu. Kata kunci: keseimbangan kerja-keluarga; optimisme; self efficacy, dukungan sosial suami; peran gender egalitarian; Polwan
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 D.Psi 06 - 23 Agu m | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | work-family balance, optimism, self-efficacy, support husband's social status, egalitarian gender roles, policewomen | |||||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF636-637 Applied Psychology |
|||||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S3 Psikologi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 05:49 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 05:49 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148092 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


