Ayu Wanda Dewantari (2022) Kelimpahan Dan Keanekaragaman Plankton Sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Perairan Suaka Ikan Sungai Surabaya, Gresik, Jawa Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141811133117COV.pdf Download (912kB) |
|
|
Text (BAB 1)
141811133117BAN 1.pdf Download (306kB) |
|
|
Text (FULLTETXT)
141811133117.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"Sungai Surabaya pada tahun 2013 ditetapkan Gubernur Jawa Timur sebagai kawasan suaka ikan. Kawasan suaka ikan berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak jenis sumber daya ikan. Banyaknya pemukiman warga dan kegiatan industri di sepanjang kawasan suaka ikan memberikan dampak langsung terhadap kualitas perairan yang berpotensi menyebabkan pencemaran perairan. Tingkat pencemaran dari suatu perairan dapat diketahui melalui bioindikator berupa kelimpahan dan keanekaragaman plankton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran perairan di kawasan suaka ikan Sungai Surabaya berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman plankton pada perairan tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun dengan masing – masing 2 titik ulangan. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji – T dan pencemaran perairan dikaji berdasarkan hasil nilai kelimpahan plankton (N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C). Selain itu juga didukung oleh parameter kualitas air berupa parameter fisika maupun kimia pada perairan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 kelas plankton yang ditemukan yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Zygnematophyceae, Ulvophyceae, Cyanophyceae, Hormogoneae, Monogononta, dan Hexanauplia. Jumlah genus terbanyak berasal dari kelas Bacillariophyceae dikarenakan kelas tersebut mampu mendistribusikan diri secara luas di perairan. Kelimpahan plankton di suaka ikan Sungai Surabaya pada musim kemarau dan musim hujan tidak berbeda signifikan (P>0,05). Namun, kelimpahan plankton pada musim kemarau lebih tinggi (rata – rata 225,5 mg/L ±43,066) jika dibandingkan dengan kelimpahan plankton pada musim hujan (rata – rata 128 mg/L ±35,655) dengan faktor pembatas pertumbuhan plankton yaitu nitrogen berupa nitrat (N/P < 16). Hal ini disebabkan pada musim kemarau intensitas cahaya matahari dapat lebih maksimal masuk ke dalam perairan daripada saat musim hujan. Tingkat keanekaragaman sedang (1 ? H’ < 3) dengan struktur keseragaman tinggi dan komunitas stabil pada musim kemarau (0,75 < E ? 1,00) dan keseragaman sedang dengan komunitas labil pada musim hujan (0,50 < E ? 0,75). Namun, tidak ada genus tertentu yang mendominansi (0,00 < C ? 0,50) di kedua musim. Nilai H’ yang diperoleh pada musim kemarau dan hujan menunjukkan kondisi perairan kawasan suaka ikan Sungai Surabaya tergolong tercemar sedang. Data parameter kualitas air yang diperoleh selama penelitian ialah suhu 26,2 – 29,6oC, oksigen terlarut 2,00 – 5,90 mg/L, dan derajat keasaman (pH) 7,2 – 7,9. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A.47-22 Ayu k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Plankton, Bioindikator, Perairan Suaka Ikan | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD419-428 Water pollution |
|||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 03:25 | |||||||||
| Last Modified: | 01 Oct 2026 03:26 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148206 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


