Setiawan Koesdarto, - and Halima Puspitawati, - and Kusnoto, - (2002) Penentuan Prevalensi Toxocariasis Pada Anjing Konsumsi Dan Kucing Liar Di Surabaya Melalui Bedah Saluran Pencernaan. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Dr.H.Setiawan K., M.Sc.,Drh, Halma P, M.Kes., Drh., Drh. Kusnoto.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Cacing Toxocara terdapat tiga spesies yaitu Toxocara vitulorum pada sapi, T. canis pada anjing dan T. cati pada kucing. Ketiga jenis cacing ini dapat menular pada manusia sehingga tergolong penyakit anthropozoonosa yang dapat ditularkan melalui berbagai agen transmiter. Toxocara sp. dapat menyerang manusia, baik anak-anak maupun dewasa. Toxocariasis pada manusia dapat menimbulkan larva migrans, yaitu visceral larvae migrans (VLM) dan ocular larvae migrans (OLM) yang membutuhkan diagnosis secara imunologik, karena sulit dideteksi melalui gejala klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar prevalensi toxocariasis pada anjing dan kucing liar di Surabaya melalui pemeriksaan dengan teknik bedah saluran pencernaan. Penggunaan teknik bedah saluran pencernaan ini digunakan agar diperoleh data yang akurat, mengingat dengan teknik tersebut dapat ditemukan cacing T. canis dewasa yang habitatnya di lumen usus halus anak anjing dan anjing jantan dewasa, sedangkan T. cati dewasa yang habitatnya di lumen usus halus anak kucing dan kucing jantan dewasa. Sebanyak 48 set saluran pencernaan anjing yang diperoleh dari tempat pemotongan anjing di wilayah Surabaya dilakukan pemeriksaan terhadap keberadaan T. canis dengan teknik bedah saluran pencernaan. Teknik tersebut juga digunakan untuk pemeriksaan 69 ekor kucing liar yang didapat dari lima wilayah Surabaya, yaitu Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, Surabaya Utara dan Surabaya Pusat. Sebelum pengeluaran saluran pencernaan kucing, terlebih dahulu dilakukan pembiusan yang dalam. Hasil pengamatan berupa data prevalensi toxocariasis pada anjing dan kucing liar di Wilayah Surabaya setelah ditabulasikan berdasarkan jenis hewan dan jenis kelamin terhadap kejadian toxocariasis, kemudian dianalisis dengan uji statistik non-parametrik, yaitu Chi square test dari SPSS rel 11.0 for Windows. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.) Angka kejadian toxocariasis pada anjing konsumsi di wilayah Surabaya adalah sebesar 31,3% dari 48 total sampel yang secara sangat signifikan (p < 0,01) lebih rendah dibandingkan pada kucing liar yaitu sebesar 60,9% dari total sampel (69 ekor) kucing liar dari seluruh wilayah Surabaya. 2.) Angka kejadian toxocariasis pada anjing konsumsi jantan adalah sebesar 25% dari 48 (total sampel) anjing yang diperiksa, yang secara signifikan (p < 0,05) lebih tinggi dibandingkan pada anjing konsumsi betina yaitu sebesar 6,3% dari 48 (total sampel) anjing yang diperiksa. 3.) Angka kejadian toxocariasis pada kucing liar jantan adalah sebesar 33,3% dari 69 (total sampel) yang diperiksa, yang secara signifikan (p < 0,05) lebih tinggi dibandingkan pada kucing liar betina yaitu sebesar 27,5% dari 69 (total sampel) yang diperiksa.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Animals | ||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF951-997.5 Diseases of special classes of animals | ||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Tropis | ||||||||
| Creators: |
|
||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 03:20 | ||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 03:20 | ||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148326 | ||||||||
| Sosial Share: | |||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


