Kajian Histologi Aktivitas Estrogenik Ekstrak Daun Handeuleum {Graptophyllum Pictum (L.) Griff} Pada Saluran Reproduksi Mencit Betina Terovariektomi

Listijani Suhargo, - and IB. Rai Pidada, - and Dwi Winarni, - (2003) Kajian Histologi Aktivitas Estrogenik Ekstrak Daun Handeuleum {Graptophyllum Pictum (L.) Griff} Pada Saluran Reproduksi Mencit Betina Terovariektomi. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Dra. Listijani S., M.Si., Drs. IB Rai P., M.Si., Dra. Dwi W., .pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Pada akhir masa reproduksi, siklus menstruasi pada wanita akan berhenti. Keadaan ini disebut menopause. Menopause menimbulkan beberapa keluhan seperti perdarahan tidak teratur, timbulnya rasa panas di seluruh tubuh, keluar keringat, vagina terasa kering, nyeri dan panas, berbagai gejala psikis seperti insomnia, gugup, sakit kepala, dan depresi. Keluhan-keluhan tersebut disebabkan karena penurunan kadar estrogen setelah ovarium tidak berfungsi. Selama ini untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut digunakan pengobatan dengan estrogen sintetik. Tetapi penggunaan senyawa itu dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan karsinoma uterus. Pengobatan dengan tanaman obat diharapkan dapat mengurangi atau meniadakan terjadinya karsinoma uterus. Salah satu tanaman obat yang diteliti sebagai pengganti estrogen sintetik adalah daun handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff.), karena kandungan steroidnya. Daun handeuleum dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman obat yang antara lain untuk melancarkan haid. Haid adalah keadaan terlepasnya sebagian dari lapisan endometrium dari uterus, yang didahului dengan pertumbuhan lapisan tersebut. Hal ini berarti bahwa kandungan kimia daun tersebut berpengaruh pada uterus. Kandungan kimia daun handeuleum antara lain adalah alkaloid non-toksik, glikosida, steroid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: (1) Apakah ekstrak daun handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff.) mempunyai aktivitas estrogenik pada saluran reproduksi (uterus dan vagina) mencit betina terovariektomi? (2) Bagaimana perbandingan aktivitas estrogenik ekstrak daun handeuleum dengan ethinyl oestradiol? Penelitian ini menggunakan 42 ekor mencit yang diovariektomi dan 14 ekor mencit normal (tidak diovariektomi). Mencit yang diovariektomi dikelompokkan menjadi 6 kelompok (P1, P2, P3, K1, K2, dan K3), sedangkan mencit yang normal dijadikan 2 kelompok (KE dan KD). Kelompok 1, 2, dan 3 (P1, P2, dan P3) masing-masing diberi perlakuan ekstrak daun dengan konsentrasi 0,1 mg, 0,5 mg, dan 1 mg dalam pelarut minyak zaitun 0,05 ml. Kelompok ke-4, 5, dan 6 (K1, K2, dan K3) adalah kelompok kontrol dengan pemberian larutan ethinyl estradiol 0,06 μg dalam 0,05 ml minyak zaitun, minyak zaitun 0,05 ml, dan akuades 0,05 ml. KE adalah kelompok hewan fase estrus dan KD adalah kelompok hewan fase diestrus pada akhir perlakuan. KE dan KD diberi air sebanyak 0,05 ml. Semua perlakuan diberikan secara oral selama 8 minggu. Pada akhir perlakuan, semua hewan dikorbankan. Untuk hewan pada kelompok KE dan KD, sebelumnya dilakukan pemeriksaan untuk menentukan fasenya dalam siklus estrus. Setelah hewan dikorbankan, diambil saluran reproduksinya, dipisahkan uterus dan vaginanya, dilakukan penimbangan pada uterus dan pengukuran panjang kornunya. Organ-organ tersebut dijadikan preparat awetan irisan melintang. Preparat diperiksa dengan mikroskop untuk diamati uterusnya dan dilakukan pengukuran pada jaringan dan selnya yang meliputi: diameter, tebal lapisan mukosa, tebal lapisan otot sirkuler, panjang sel epitel rongga uterus, panjang sel epitel kelenjar, dan tebal lapisan epitel vagina. Pengukuran mikroskopis dilakukan dengan menggunakan mikrometer. Hasil pemeriksaan tersebut memberikan kesimpulan bahwa ekstrak daun handeuleum tidak berpengaruh pada berat uterus, tetapi berpengaruh pada uterus dalam hal panjang kornua, diameter, tebal lapisan mukosa, panjang sel epitel, panjang sel kelenjar, dan berpengaruh pada tebal lapisan sel epitel vagina. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk mengadakan penelitian mengenai aktivitas estrogenik ekstrak daun handeuleum melalui pengujian yang lain seperti pengujian imunohistokimia atau melalui pemeriksaan darah untuk memperjelas pengaruhnya sebelum dimanfaatkan untuk pengobatan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Histologi, Reproduksi
Subjects: Q Science > QK Botany > QK640-707 Plant anatomy
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM
Listijani Suhargo, --
IB. Rai Pidada, --
Dwi Winarni, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 02 Oct 2026 06:53
Last Modified: 02 Oct 2026 06:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148354
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item