YUNIARTI (2003) PENGARUH TEKNOLOGI KLONING TERHADAP STATUS ANAK BERDASARKAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULL TEXT)
YUNIARTI.pdf Download (2MB) |
Abstract
Pengaruh teknologi kloning terhadap status anak berdasarkan hukum Islam. Permasalahan yang dikaji meliputi perkembangan teknologi kloning serta pengaruh proses kloning terhadap status anak menurut hukum Islam. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan bahan hukum sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan berupa buku, kajian ilmiah, surat kabar, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan kloning. Pengolahan dan analisis bahan hukum dilakukan secara yuridis-analitis dengan pola pikir deduktif. Pembahasan meliputi sejarah perkembangan kloning, macam-macam kloning pada tanaman, hewan, dan manusia, perbedaan proses pembuahan secara alami dengan proses kloning manusia, serta pandangan Islam terhadap kloning manusia. Skripsi kemudian menganalisis status hukum anak yang dilahirkan melalui beberapa bentuk proses kloning. Berdasarkan kesimpulan dokumen, kloning embrio yang berasal dari rahim istri dan terbentuk dari pertemuan sperma suami dengan sel telur istri kemudian ditanamkan pada rahim perempuan lain atau istri kedua dinyatakan haram. Kloning dengan membelah embrio yang telah terbentuk dari sperma dan sel telur kemudian menanamkannya kembali pada rahim perempuan dinyatakan mubah dalam pembahasan skripsi. Sementara kloning manusia dengan mengambil sel tubuh laki-laki dan inti selnya kemudian digabungkan dengan sel telur perempuan dinyatakan haram. Skripsi juga menyatakan bahwa kloning manusia dapat menghilangkan kejelasan nasab dan berpotensi memengaruhi hubungan perkawinan, waris, dan kedudukan anak.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


