Ideologi Feminisme Gerakan Buruh Di Kota Surabaya

Sutinah, - and Karnaji, - (2023) Ideologi Feminisme Gerakan Buruh Di Kota Surabaya. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Dra. Sutinah, M.S. & Karnaji, S.Sos..pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan politik yang terjadi di Indonesia selama kurang lebih lima tahun terakhir ini, yang memberikan kontribusi cukup penting bagi tumbuh kembangnya organisasi (serikat) buruh dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Serikat-serikat buruh dan LSM yang concern pada buruh mulai tumbuh dengan berbagai variasinya, dari yang berlatar belakang jenis produksi, yang kental dengan keagamaan, sampai yang dekat dengan partai politik. Pada saat ini partisipasi buruh perempuan dalam organisasi perburuhan tersebut tidak bisa diragukan lagi, bahkan tidak sedikit serikat buruh yang memilih perempuan sebagai ketuanya. Kenyataan ini harus dilihat sebagai titik awal bahwa masalah buruh perempuan harus segera ditangani secara serius, baik oleh buruh perempuan sendiri maupun oleh buruh secara keseluruhan. Penempatan isu perempuan dalam pengorganisasian buruh menjadi penting karena dua alasan, yaitu pertama, sebagai strategi dalam menghadapi liberalisasi perdagangan yang akan diberlakukan secara resmi tahun 2004. Kedua, buruh perempuan sangat potensial menjadi korban utama dalam liberalisasi perdagangan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ideologi feminisme diaktualisasikan dalam program kerja organisasi (serikat) buruh, dan hambatan-hambatan apa saja yang ditemui oleh organisasi (serikat) buruh tersebut dalam mengangkat isu perempuan dalam program kerjanya. Penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana pemahaman dan tanggapan buruh terhadap pengangkatan ide feminisme (isu perempuan) dalam program kerja organisasi. Penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya dengan sasaran lima organisasi (serikat) buruh dan LSM yang concern pada persoalan buruh. Kelima organisasi (serikat) buruh dan LSM tersebut adalah PPB-KS, FNPBI, SBK, SBR dan Yayasan Arek. Pilihan organisasi (serikat) buruh dan LSM tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional, pertama, organisasi buruh tersebut pernah terlibat dalam aktivitas pembelaan hak-hak buruh perempuan sekurang-kurangnya sejak dua tahun terakhir dan kedua, organisasi buruh yang anggotanya relatif besar. Penelitian ini bersifat kualitatif karena itu diperlukan adanya kedalaman informasi, sehingga jumlah informan ditetapkan sebanyak satu orang aktivis (pengurus) pada masing-masing organisasi buruh dan LSM yang menjadi sasaran atau seluruh informan berjumlah lima orang. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan menggunakan guidelines sebagai pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, dengan mengedepankan uraian-uraian naratif, sehingga hasil penelitian ini dapat menggambarkan fenomena yang diteliti secara lebih lengkap dan komprehensif. Secara garis besar, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman buruh tentang ide feminisme sangat bervariasi. Sebagian ada yang memahami konsep dasar tentang gender dan perempuan, sebagian yang lain telah memahami sampai pada aliran feminisme yang berkembang, persoalan diskriminasi, ketidakadilan gender dan berbagai hal yang menyebabkannya. Pemahaman tentang feminisme yang bervariasi tersebut membawa konsekuensi pada bagaimana para aktivis buruh mengaktualisasikan ide feminisme dalam program kerja organisasi (serikat) buruh. Oleh karena itu, organisasi buruh pun dalam mengaktualisasikan ide feminisme juga menunjukkan adanya keanekaragaman, baik dalam jenis maupun tingkatan. Ada beberapa organisasi (serikat) buruh dan LSM yang telah mengangkat ide feminisme (isu gender dan perempuan) secara khusus ke dalam program kerja organisasi seperti sosialisasi dan pelatihan tentang konsep gender (keadilan dan ketimpangan gender), perempuan, hak-hak perempuan sekaligus buruh perempuan, pelatihan kepemimpinan, pelatihan civil organization serta kegiatan diskusi rutin untuk meningkatkan kesadaran gender dan sebagainya. Organisasi (serikat) buruh dan LSM yang telah mengaktualisasikan ide feminisme dengan kegiatan tersebut, sebagian besar anggotanya telah memiliki kesadaran bahwa di lingkungan buruh industri memang tidak lepas dari persoalan diskriminasi dan ketidakadilan gender. Meskipun demikian, masih ada organisasi (serikat) buruh yang tidak secara eksplisit memasukkannya ke dalam program kerja, karena menganggap bahwa tuntutan kesetaraan gender (ide feminisme) belum mendesak dibanding dengan tuntutan akan hak-hak normatifnya sebagai buruh. Sementara hambatan yang ditemui aktivis ketika mengangkat ide feminisme (isu gender dan perempuan) ke dalam program kerja adalah hambatan budaya dan agama yang masih menganggap persoalan gender sebagai kodrat yang tidak dapat diubah. Hambatan lain datang dari pihak buruh laki-laki yang belum semua menerima kesetaraan gender, bahkan hambatan juga datang dari pihak perempuan yang masih kurang percaya diri.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Ideologi, Feminisme
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1101-2030.7 Women. Feminism
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsNIM
Sutinah, --
Karnaji, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 02 Oct 2026 07:25
Last Modified: 02 Oct 2026 07:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148393
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item