NUUR ANISA APRILIANINTYAS (2022) Faktor Risiko Lingkungan Abiotik Dan Biotik Dengan Kejadian Leptospirosis Di Pemukiman (Studi Literature Review). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101611133142_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
101611133142_BAB I.pdf Download (613kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101611133142_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penyebaran zoonosis Leptospirosis meluas di seluruh dunia dan menjadi salah satu Neglected Tropical Diaseases (NTDs), namun berdampak cukup signifikan bagi kesehatan di berbagai negara tropis. Situasi Leptospirosis di Indonesia sejak tahun 2009-2018 terjadi fluktuasi yang sangat signifikan, baik dari jumlah kasus maupun kematian. Tahun 2019 terjadi KLB di Kota Tarakan, Kalimantan Utara serta peningkatan kasus di provinsi endemis Leptospirosis. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan faktor risiko lingkungan abiotik dan biotik dengan kejadian Leptospirosis di pemukiman. Metode penelitian adalah studi literature review dengan cara merekap, menganalisis, dan melakukan sintesis dari semua artikel penelitian terpilih yang relevan dengan topik yang dipilih. Metode ini mampu meninjau dan mengidentifikasi penelitian yang telah ada secara sistematis sehingga setiap proses pemilihan literatur telah mengikuti aturan yang ada. Dua puluh satu artikel penelitian yang dirangkum, umumnya melihat hubungan faktor risiko lingkungan abiotik dan biotik dengan kejadian Leptospirosis. Sebagian besar artikel memperoleh temuan yang bervariasi pada setiap variabel yang diteliti. Hal ini dikarenakan perbedaan faktor lingkungan tempat tinggal responden dan waktu dilakukannya penelitian pada masing-masing artikel. Kesimpulan yang didapat dari studi literature review ini ialah faktor risiko lingkungan abiotik yang berhubungan dengan kejadian Leptospirosis di pemukiman adalah suhu udara, pH air, kelembaban udara, keberadaan selokan, dan keberadaan genangan air. Faktor risiko lingkungan biotik yang berhubungan dengan kejadian Leptospirosis di pemukiman adalah keberadaan tikus. Saran bagi pemangku kebijakan untuk gencar melakukan sosialisasi, surveilans, dan upaya lainnya guna membantu masyarakat agar senantiasa sadar dan tergerak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri, lingkungan pemukiman, dan hewan peliharaan maupun ternak yang dimiliki.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 134 - 23 Nuu f | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Abiotic Environment, Biotic Environment, Leptospirosis, Settlements | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 08:29 | ||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 08:29 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148415 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


