Didik Handijatno, - and Sarmanu, - (1991) Pengaruh Penambahan Bakteri Bacillus Subtilis Dan Bacillus Megaterium Terhadap Kecepatan Penibuatan Kompos Dari Bahan Organik Sampah Domestik. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Drh. Didik Handijatno, MS..pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan kota Surabaya yang semakin meningkat terutama di bidang perumahan mengakibatkan jumlah sampah domestik meningkat pula sedangkan tempat atau lahan untuk pembuangan sampah makin sempit. Maka perlu mendapatkan perhatian cara penanganan sampah domestik. Hal ini selaras dengan penghargaan kota Surabaya yang telah mendapatkan Adipura Kencana, sehingga kota Surabaya berjuang memerangi sampah. Sampah bukan berarti tidak dapat digunakan lagi, tetapi masih mempunyai nilai, maka perlu untuk diolah. Pengolahan sampah menjadi kompos memerlukan waktu dan tempat, sehingga bila sampahnya banyak akan memerlukan waktu yang lebih banyak dan tempat yang lebih luas. Untuk mempercepat terjadinya kompos salah satu alternatif penambahan bakteri pengurai bahan organis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan B. subtilis dan B. megaterium dapat mempercepat pembentukan kompos dan konsentrasi penambahan bakteri tersebut yang optimum. Materi penelitian menggunakan bahan organik sampah domestik, B. subtilis dan B. megaterium. Penambahan B. subtilis dan B. megaterium berturut-turut 20 (P4), 15 (P3), 10 (P2), 5 (P1) dan 0 gram sebagai kontrol. Sebagai indikator bahwa kompos telah terjadi adalah angka perbandingan kadar C dan N bila mencapai kurang dari 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos terjadi pada minggu ke V pada P4 dan P3, minggu ke VI pada P3 dan P2. Setelah dilakukan uji statistik terhadap angka perbandingan C dan N selama 6 minggu pembuatan kompos menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata antara P4 dengan P0, P1, P2, dan P3 (p < 0,01). P1, P2, dan P3 tidak menunjukkan perbedaan (p > 0,05), tetapi P1, P2, dan P3 berbeda sangat nyata dengan P0. Setelah dilakukan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan B. subtilis dan B. megaterium dengan dosis 20 gram merupakan dosis yang efektif di antara perlakuan dalam penelitian ini. Saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan adanya penelitian yang sama dengan menggunakan dosis yang lebih besar dan penggunaan mikroorganisme lain untuk pembuatan kompos atau pengolahan limbah sampah.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mikrobiologi, Bakteri Bacillus Subtilis Dan Bacillus Megaterium | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology | ||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 02:06 | ||||||
| Last Modified: | 05 Oct 2026 02:06 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148494 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


