Uji Potensi Biologis Anti Bodi Poliklonal Anti Inhibin Terhadap Ovulasi Dan Kualitas Sel Telur Tikus Putih

Herry Agoes Hermadi, - and Widjiati, - (2003) Uji Potensi Biologis Anti Bodi Poliklonal Anti Inhibin Terhadap Ovulasi Dan Kualitas Sel Telur Tikus Putih. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Drh. Herry Agoes Hermadi, M.Si & Drh. Widjiati, M.Si..pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Untuk mengamati potensi biologis antibodi poliklonal anti inhibin terhadap ovulasi dan kualitas sel telur digunakan 60 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 6 kelompok terdiri dari 1 kelompok kontrol (P0) dan 5 kelompok perlakuan (P1, P2, P3, P4 dan P5). Kelompok kontrol disuntik dengan NaCl fisiologis sebanyak 0,2 ml. Kelompok perlakuan masing-masing disuntik dengan 0,2 ml antibodi poliklonal anti inhibin secara intra peritoneal dengan pengenceran berturut-turut 1/10, 1/20, 1/40, 1/80 dan 1/160. Penyuntikan dilakukan pada saat tikus memasuki tahap awal proestrus kemudian tikus dikawinkan dengan tikus jantan yang telah divasektomi dan 8 jam kemudian dilakukan pemanenan sel telur. Untuk mengamati tingkat pematangan sel telur dilakukan pewarnaan aceto orcein 1%. Sel telur yang telah dipanen dari masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan diletakkan pada gelas obyek kemudian ditutup dengan gelas penutup sambil ditekan supaya gelembung udara hilang. Selanjutnya sediaan tersebut difiksasi dengan larutan fiksatif selama 48 jam. Sediaan tersebut kemudian diwarnai dengan aceto orcein 1% selama 2-3 menit, kemudian dilakukan pencucian dengan larutan pencuci. Sel telur yang sudah diwarnai diamati tingkat kematangannya dengan menggunakan mikroskop inverted. Kriteria pengamatan meliputi germinal vesicle, Germinal Vesicle Break Down, Metaphase I dan Metaphase II. Rata-rata jumlah sel telur yang dihasilkan kelompok kontrol dan perlakuan yaitu yang diberi antibodi poliklonal anti inhibin berbeda sangat nyata antara kelompok kontrol (P0) adalah 8,50 ± 0,97. Kelompok perlakuan (P1) adalah 19,8 ± 3,19. Kelompok perlakuan (P2) adalah 17,5 ± 1,65. Kelompok perlakuan (P3) adalah 15 ± 1,25. Kelompok perlakuan (P4) adalah 14,7 ± 2 dan kelompok perlakuan (P5) adalah 11,9 ± 2,18. Tidak ada perbedaan pada tingkat kematangan sel telur pada semua kelompok, semua sel telur yang dihasilkan baik pada kelompok kontrol maupun perlakuan memasuki tahap metaphase II. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyuntikan cairan folikel sapi bebas steroid yang mengandung inhibin dapat menimbulkan antibodi poliklonal anti inhibin pada kelinci. Penyuntikan antibodi poliklonal anti inhibin pada tikus betina dapat meningkatkan jumlah sel telur dan tidak mempengaruhi tingkat kematangan sel telur atau kualitas sel telur tikus putih.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Reprouksi, Anti Bodi Poliklonal, Anti Inhibin
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > S2 Biologi Reproduksi
Creators:
CreatorsNIM
Herry Agoes Hermadi, --
Widjiati, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 05 Oct 2026 02:27
Last Modified: 05 Oct 2026 02:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148503
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item