Pembakuan Antibodi Poliklonal Terhadap Monomer Metil Metakrilat

Iga Wahju Ardani, - and Diah Savitri, - and Theresia Indah Budhy, - (2003) Pembakuan Antibodi Poliklonal Terhadap Monomer Metil Metakrilat. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
IGA Wahju A. Drg.,M.Kes., Diah S.E., Drg.,M.Si., T.Indah B., Drg.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Monomer metil metakrilat (MMA) dapat berpotensi mengiritasi jaringan mukosa rongga mulut, inflamasi dan respons alergi (Hochman, 1997; Anusavice, 1976 dan Zografakis, 1994). Monomer MMA dipakai sebagai bahan dasar utama pembuatan piranti lepasan ortodonsi (untuk meratakan gigi) dan penggunaan monomer MMA sampai saat ini sangat mutlak diperlukan (Combe, 1994 dan Anusavice, 1996). Kadar monomer MMA dapat terdeteksi di dalam saliva pada penderita satu minggu setelah insersi piranti ortodonsi lepasan sebesar (45–180) μg/ml (Baker, 1988; Koda, 1990). MMA di klinik dapat memberikan respons imun yang menyimpang atau reaksi alergi atau hipersensitivitas. Gambaran klinik berupa gambaran inflamasi mukosa, kemudian akan menjadi suatu luka (ulkus) sedikit lebih cekung dari mukosa sekitarnya bahkan pada keadaan yang parah akan timbul tepi di sekitar ulkus (Hochman, 1997 dan Van Loon, 1992). Dari permasalahan di atas maka diajukan suatu konsep solusi sebagai landasan pemecahannya bahwa terjadi respons imun akibat rangsangan/stimulasi monomer MMA yang terus menerus, sehingga dengan ditemukannya antibodi poliklonal spesifik terhadap MMA akan dapat digunakan sebagai bahan diagnostik. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan monomer metil metakrilat menimbulkan respons imun spesifik dan respons imun spesifik meningkat sesuai dengan meningkatnya produksi antibodi poliklonal pada hewan coba. Rancangan penelitian yang dipakai adalah pre-post experimental design. Eksperimen terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Kelinci coba diambil darahnya dan diukur reaksi antigen dan antibodinya sebelum dan sesudah pemberian imunisasi. Sebelum dan sesudah imunisasi dilakukan bleeding atau pengambilan darah dan selanjutnya dilakukan analisis reaksi antigen-antibodi dengan dot blotter. Interval imunisasi adalah dua minggu. Imunisasi pertama dengan CFA (Complete Freund Adjuvant dan MMA), kemudian booster dilakukan sebanyak dua kali dengan IFA (Incomplete Freund Adjuvant dan MMA). Hasil penelitian ini menunjukkan metil metakrilat yang diimunisasikan pada kelinci lokal Orectolagus cunicullus menunjukkan bahwa MMA dapat menginduksi respons imun dan ini ditunjukkan antibodi poliklonal yang diperoleh dari hasil imunisasi. Antibodi poliklonal ini terbukti spesifik terhadap MMA, dari hasil dot blotting positif yang berarti antibodi poliklonal yang dihasilkan adalah spesifik terhadap MMA sebagai antigen. Hasil imunisasi pada minggu pertama antibodi poliklonal yang dihasilkan positif lemah, sedangkan setelah imunisasi kedua antibodi poliklonal menunjukkan positif kuat. Kemudian menurun setelah imunisasi ketiga. Ini berarti bahwa hasil imunisasi kedua menunjukkan hasil yang paling tinggi, yang kemudian menurun setelah imunisasi ketiga. Saran, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut imunisasi dengan menggunakan beberapa hewan coba yang berbeda dan adjuvan yang berbeda, untuk mengetahui reaksi antigen-antibodi dan antigen MMA. Di samping itu perlu dibuktikan imunogenisitas dengan lymphocyte transformation test.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Antibodi, Metil Metakrilat
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Iga Wahju Ardani, --
Diah Savitri, --
Theresia Indah Budhy, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 06 Oct 2026 03:16
Last Modified: 06 Oct 2026 03:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148666
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item