Pengaruh Waktu Inseminasi Terhadap Motilitas Dan Viabilitas Spermatozoa Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Pasca Inseminasi Pada Kambing

Indah Norma Triana, - and Suherni Susilowati, - and Tatik Hernawati, - (2003) Pengaruh Waktu Inseminasi Terhadap Motilitas Dan Viabilitas Spermatozoa Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Pasca Inseminasi Pada Kambing. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Indah N.T., M.Si., Drh., Suherni S. M.Kes., Drh., Tatik H., M.Si.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Kualitas semen akan menurun pada proses penyimpanan tanpa bahan pengencer. Penambahan bahan pengencer selain untuk tujuan penyimpanan juga untuk meningkatkan volume semen, sehingga dari satu ejakulasi seekor pejantan memungkinkan untuk dilaksanakan inseminasi beberapa ekor betina, selain itu dimungkinkan untuk pengiriman jarak jauh (Toelihere, 1981). Bahan pengencer yang baik untuk semen kambing adalah Tris Kuning Telur yang terdiri dari Tris Aminomethan, asam sitrat, laktosa, fruktosa, rafinosa, kuning telur, penicillin, streptomisin dan aquades. Tris Aminomethan berfungsi sebagai buffer dan mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan elektrolit. Fruktosa menyediakan makanan dan kuning telur berfungsi melindungi spermatozoa terhadap shock dingin dan sebagai sumber energi (Herliantin, 1992). Untuk keberhasilan inseminasi, selain menggunakan semen yang berkualitas baik, waktu inseminasi yang tepat, faktor serviks pada hewan betina sangat memegang peran penting (Hafez, dkk, 1993). Spermatozoa sebagai suatu sel yang hidup memerlukan energi yang cukup untuk kelangsungan hidupnya terutama di luar tubuh hewan jantan, mengingat perjalanan yang harus ditempuhnya di dalam organ reproduksi hewan betina sangat panjang. Sumber energi yang diperlukan spermatozoa untuk bergerak dari hasil pemecahan monosakarida terutama fruktosa dalam plasma semen yang berasal dari kelenjar asesoris. Motilitas spermatozoa penting untuk melewati hambatan alamiah pada serviks, dalam rongga pertemuan uterotumbal, ischmus tuba falopii dan pada penetrasi spermatozoa ke dalam ovum pada proses pembuahan (Toelihere, 1981). Berdasarkan uraian di atas maka peneliti ingin mengetahui pengaruh waktu inseminasi terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa dalam pengencer Tris Kuning Telur Pasca Inseminasi pada kambing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motilitas dan viabilitas spermatozoa pada semen kambing yang diencerkan dengan Tris Kuning Telur pasca inseminasi pada awal dan pertengahan birahi pada kambing. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan inseminasi buatan khususnya pada kambing dengan memakai bahan pengencer yang memadai sehingga dicapai konsepsi yang tinggi. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan motilitas spermatozoa pada semen kambing yang diencerkan dengan bahan pengencer Tris Kuning Telur pasca inseminasi pada awal birahi dan pertengahan birahi, Terdapat perbedaan daya tahan hidup spermatozoa pada semen kambing yang Kuning Telur pasca inseminasi pada awal birahi dan pertengahan birahi. Terdapat perbedaan daya tahan hidup spermatozoa pada semen kambing yang diencerkan dengan bahan pengencer Tris Kuning Telur pasca inseminasi pada awal dan pertengahan birahi. Dalam penelitian ini menggunakan semen yang ditampung dari kambing jantan. Setelah ditampung dilakukan pemeriksaan makrosopis meliputi volume, warna, bau, pH, dan konsistensi serta pemeriksaan mikroskopis meliputi gerakan massa, individu, persentase hidup, dan konsentrasi. Bila kualitasnya baik diencerkan dengan tris kuning telur. Kambing betina sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 2 kelompok, setelah disinkronisasi dengan PGF2 alfa dan terlihat tanda-tanda birahi, kemudian kelompok satu diinseminasi dengan semen yang diencerkan dengan tris kuning telur pada awal birahi, kelompok dua diinseminasi dengan semen yang diencerkan dengan tris kuning telur pada pertengahan birahi. Kemudian 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam pasca inseminasi semen dalam serviks diambil dengan spuit yang telah dimodifikasi, kemudian diperiksa motilitas dan viabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa pasca inseminasi yang diinseminasi pada awal birahi dan pertengahan birahi dengan analisa statistik tidak terdapat perbedaan. Motilitas dan viabilitas spermatozoa yang diencerkan dengan tris kuning telur pasca inseminasi 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam, baik yang diinseminasikan pada awal birahi dan pertengahan birahi terdapat perbedaan yang nyata. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji F, apabila terdapat perbedaan di antara perlakuan maka diuji dengan menggunakan uji BNT 5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan motilitas maupun viabilitas spermatozoa yang diinseminasikan antara awal dan pertengahan birahi. Terdapat perbedaan motilitas maupun viabilitas spermatozoa yang diambil dari cairan serviks 1 jam, 3 jam, 6 jam dan 24 jam pasca inseminasi.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Inseminasi, Viabilitas Spermatozoa, Kambing
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > S2 Biologi Reproduksi
Creators:
CreatorsNIM
Indah Norma Triana, --
Suherni Susilowati, --
Tatik Hernawati, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 06 Oct 2026 03:38
Last Modified: 06 Oct 2026 03:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148670
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item