Jeremy Christian Santoso (2022) Korelasi Antara Suhu, Ph, Salinitas Dan Oksigen Terlarut Dengan Derajat Infestasi Ektoparasit Lobster (Panulirus) Karamba Di Perairan Laut Trenggalek Dan Banyuwangi, Jawa Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141811133047 COV.pdf Download (400kB) |
|
|
Text (BAB 1)
141811133047 BAB.pdf Download (81kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
141811133047.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ekonomis dengan permintaan pasar yang tinggi. Jumlah ekspor lobster tahun 2020 mencapai 76.106 ton, ekspor lobster menurun pada tahun 2021 menjadi 17.468 ton. Upaya budidaya sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan lobster yang terus meningkat, serta mengatasi permasalahan penurunan populasi lobster di alam akibat kerusakan habitatnya. Kendala dalam budidaya lobster salah satunya adalah penyakit, yang meliputi ektoparasit seperti Octolasmis, Epistylis dan Vorticella. Beberapa parameter kualitas air yang dapat menimbulkan respon stress pada lobster dan merangsang pertumbuhan ektoparasit adalah suhu, pH, salinitas dan oksigen terlarut perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara suhu, oksigen terlarut, pH dan salinitas dengan derajat infestasi ektoparasit pada lobster (Panulirus) di karamba perairan laut Trenggalek dan Banyuwangi, Jawa Timur. Manfaat penelitian ini adalah menambah informasi ilmiah mengenai korelasi suhu, pH, salinitas dan oksigen terlarut pada budidaya lobster. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan parameter yang diamati adalah suhu, pH, salinitas dan oksigen terlarut. Sampel lobster yang digunakan sejumlah 50 ekor, dengan panjang 15-20 cm dan berat 150-200 gr. Berdasarkan hasil pengukuran suhu adalah 27,3 - 30,1 oC, pH 8, salinitas 30 - 32 ppt dan oksigen terlarut 8,6 – 10,4 mg/l. Nilai tersebut berada pada rentang toleransi untuk budidaya lobster. Berdasarkan hasil analisis korelasi regresi linear berganda, parameter kualitas air yang memiliki korelasi terhadap infestasi ektoparasit adalah suhu, salinitas dan oksigen terlarut, sedangkan parameter yang berpengaruh signifikan p<0,01 terhadap derajat infestasi ektoparasit pada lobster adalah salinitas. Derajat infestasi yang didapatkan dalam penelitian ini adalah infestasi normal dan infestasi ringan (1-3 individu). Ektoparasit yang ditemukan menginfestasi lobster adalah Octolasmis sp. dan tidak ditemukan adanya infestasi Epistylis sp. dan Vorticella sp
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A.56-22 Jer k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | "1. Alfia, A. R., Arini, E., dan Elfitasari, T. 2013. Pengaruh Kepadatan yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Sistem Resirkulasi dengan Filter Bioball. Journal of Aquaculture Management and Technology, 2 (3): 86-93. 2. Anuraj, A., Kirubasankar, R., and Dam, R. 2015. The Occurence of Pedunculate Barnacles of The Symbiotic Genus Octolasmis on Shovel Nosed Lobster. Journal of the Andaman Science Association, 26(1) :1-9 3. Baharawi, S., Amalia, L., dan Effendi, R. 2015. Seri Panduan Penangkapan dan Penanganan Perikanan Lobster Laut. WWF-Indonesia. Jakarta Selatan 2(1) : 20-28. 4. Behringer, D. C., Butler, M. J., and Stentiford, G. D. 2012. Disease Effects on Lobster Fisheries, Ecology, and Culture: Overview of DAO Special 6. Diseases of Aquatic Organisms, 100:89–93. 5. Boyd, C. E., and Tucker, C. S. (1998). Pond Aquaculture Water Quality Management. New York (US): Springer Science. Aquaculture Asia Magazine, 11(4):35-37. 6. Brotowidjoyo, M.D, Tribawono, D., & Mulbyantoro, E. (1995). Pengantar Lingkungan Perairan dan Budi Daya Air. Yogyakarta, Indonesia: Liberty. 7. Buhse Jr, H. E., and Clamp, J. C. 2001. Vorticella. e LS. University of Illinois at Chicago, Illinois. USA. pp. 1-166. 8. Cameron, A. 2002. Survey Toolbox for Aquatic Animal Disease. ACIAR. Australia. pp. 1-376. 9. Chakraborty, R. D. and E. V. Radhakrishnan. 2015. Taxonomy, Biology and Distribution of Lobster. Journal of the Marine Biological Association of India, 100-110. 10. Chan, B. K. K., Prabowo, R. E., and Lee S. 2009. Crustacean Fauna of Taiwan, Barnacles, Volume I, Cirripedia, Thoracica Excluding the Pyrgomatidae and Acastinae. Octolasmis, Gray. National Taiwan Ocean University. Keelung. 20,85-93. 11. Dradjat, F. M. 2004. Bioekonomi Udang Karang (Panulirus spp.) pada Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil di Kabupaten Kebumen dan Sekitarnya. Universitas Diponegoro, 2(1): 20-28" | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH540-549.5 Ecology S Agriculture > SB Plant culture > SB950-990.5 Pest control and treatment of diseases. Plant protection S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH138 Mariculture |
|||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 05:32 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 05:32 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148690 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


