Prevalensi Anemia Gizi Dan Investasi Cacing Pada Remaja Putri

Merryana Adriani, - and Yuni Nirmala, - (2002) Prevalensi Anemia Gizi Dan Investasi Cacing Pada Remaja Putri. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Merryana Adriani, S.KM.,M.Kes. & Yuni Nirmala .pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah anemia gizi yang dapat ditemukan pada semua golongan umur, dengan keadaan kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normal. Tujuan dari penelitian adaIah untuk mengetahui hubungan konsumsi zat gizi makanan dan investasi cacing dengan prevaIensi anemia gizi pada remaja putri di Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Bahrul Ulum Surabaya Tahun 2002. Skripsi ini akan membahas tentang prevalensi anemia gizi, prevaIensi cacing, pola makan, status gizi, konsumsi zat gizi (protein, Fe dan Vitamin C), hubungan konsumsi zat gizi dengan prevalensi anemia gizi, dan hubungan investasi cacing dengan prevaIensi anemia gizi pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif anaIitik. Rancangan studi yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini adalah remaja putri yang tinggal di Pondok Pesantren. Sampel dari penelitian ini adaIah remaja putri yang diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Besar sampel sebanyak 34 orang. Variabel daIam penelitian ini adaIah anemia, infestasi cacing, dan zat gizi makanan (protein, Fe, vitamin C). Data disajikan daIam bentuk label distribusi, narasi dan tabulasi silang. Untuk mengetahui hubungan konsumsi zat gizi dan investasi cacing dengan prevalensi anemia gizi, dianalisa dengan uji statistik Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95 %. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi anemia gizi sebesar 44,12 %. Tidak ditemukannya prevalensi kecacingan pada remaja putri. Pola makan remaja putri terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, dan sayur dengan frekwensi makan 2x sehari. Rata-rata status gizi remaja putri normal sebesar 91,18 %. Rata-rata konsumsi zat gizi remaja putri masih kurang dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG). Remaja putri yang mempunyai status anemia dan berumur (13-15 tahun), konsumsi zat gizi protein sebesar 84,16 % dari AKG, besi (Fe) sebesar 95,32 % dari AKG. Remaja putri berumur (16-19 tahun), konsumsi zat gizi protein sebesar 87,55 % dari AKG, besi (Fe) 89,12 % dari AKG. Sedangkan untuk konsumsi vitamin C semua remaja putri sebesar 67,3 % dari AKG. Hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa ada hubungan antara konsumsi zat gizi (protein, Fe, vitamin C) dengan prevalensi anemia gizi. Tidak ada hubungan antara investasi cacing dengan prevalensi anemia gizi Prevalensi anemia gizi disebabkan karena kurangnya konsumsi zat gizi (protein, Fe, vitamin C). Indikasi adanya hubungan antara investasi cacing dengan prevalensi anemia gizi pada remaja putri yang tinggal di Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Bahrul Ulum Surabaya tidak terbukti. Saran dari hasil penelitian ini adalah tingkatkan konsumsi makan yang dapat memacu penyerapan zat besi, gunakan menu yang lebih bervariasi agar tidak terjadi pengulangan menu, penyuluhan gizi diluar sekolah, dan meneliti lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan Pb, CO, Nitrat dan investasi cacing terhadap prevalensi anemia gizi ditempat yang berbeda

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Anemia, Gizi, Remaja
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM
Merryana Adriani, --
Yuni Nirmala, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 07 Oct 2026 01:42
Last Modified: 07 Oct 2026 01:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148739
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item