Pengaruh Pemberian Salep Ekstrak Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Terhadap Angiogenesis Dan Re-Epitalisasi Pada Penyembuhan Luka Insisi Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

Hasna Salsabila, - (2022) Pengaruh Pemberian Salep Ekstrak Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Terhadap Angiogenesis Dan Re-Epitalisasi Pada Penyembuhan Luka Insisi Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (279kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (52kB)
[img] Text (FULLTEXT)
061811133224.pdf
Restricted to Registered users only

Download (13MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian salep ekstrak biji kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap angiogenesis dan re-epitalisasi pada penyembuhann luka insisi. Hewan coba yang digunakan merupakan tikus putih (Rattus norvegicus) berjenis kelamin jantan, bergalur wistar, berat badan 150-200 gram, usia 12 minggu, warna rambut putih, dan tidak memiliki kelainan anatomi. Tikus putih diadaptasikan selama tujuh hari. Luka insisi pada tikus putih dibuat pada daerah gluteal dengan panjang 2 cm dan kedalaman 0,3 cm menggunakan blade no. 10. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian berjumlah 25 ekor akan dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif (basis salep), kelompok kontrol positif (salep povidone-iodine 10%), kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 (salep ekstrak kacang hijau (Vigna radiata L. konsentrasi 5%, 10%, dan 20%). Pemberian perawatan pada luka insisi diberikan dua kali sehari selama 14 hari. Evaluasi histopatologi terhadap angiogenesis dan re-epitalisasi menggunakan metode skoring. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukan perbedaan nyata (p<0,05) pada angiogenesis dan re-epitalisasi, sehingga dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil analisis data angiogenesis, K(-) dan P1 tidak berbeda nyata dengan K(-) dan P2, tetapi berbeda nyata dengan P3. P2 tidak berbeda nyata dengan K(+) dan P1, tetapi berbeda nyata dengan K(-) dan P3. P3 berbeda dengan semua kelompok perlakuan lainnya. Hasil analisis data re-epitalisasi, K(-), K(+), P1, dan P2 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata dengan P3. P3 berbeda nyata dengan semua kelompok perlakuan. Pada kelompok P3 memiliki efektivitas senyawa yang terdapat pada biji Kacang Hijau seperti flavonoid, saponin, tannin yang bermanfaat dalam penyembuhan luka. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah pemberian salep ekstrak biji kacang hijau (Vigna radiata L.) konsentrasi 20% dapat meningkatkan angiogenesis dan re-epitalisasi pada penyembuhan luka insisi tikus putih (Rattus norvegicus).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKH. 55 - 23 Has p
Uncontrolled Keywords: Ekstrak biji kacang hijau, Vigna radiata (L.), angiogenesis, re epitalisasi, tikus putih, luka insisi
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM
Hasna Salsabila, -NIM061811133224
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorWIWIK MISACO YUNIARTI, --
Thesis advisorGRACIA ANGELINA HENDARTI, --
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 07 Oct 2026 04:53
Last Modified: 07 Oct 2026 04:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148796
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item