Indri Safitri, - and Indah Setyawati Tantular, - (2003) Analisis Diversitas Genetik Gen Penyandi Regio Oktamer Antigen Sera Plasmodium Falciparum Di Daerah Endemik Malaria Propinsi Nusa Tenggara Timur. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Prof. Dr. Indri Safitri, dr., M.Kes. & dr. Indah Setyawati T., M.Kes..pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit malaria sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit malaria yang disebabkan oleh P. falciparum memberikan gejala yang paling berat jika dibandingkan dengan penyakit malaria yang disebabkan oleh P. vivax, P. malariae maupun P. ovale. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kegagalan pemberantasan penyakit malaria, terutama terhadap penyakit malaria yang diakibatkan oleh P. falciparum, adalah belum ditemukan vaksin yang efektif. Vaksin diperlukan untuk menginduksi timbulnya imunitas yang protektif terhadap terjadinya penyakit malaria, sehingga seseorang yang mendapat imunisasi menjadi kebal terhadap infeksi oleh P. falciparum. Vaksin sangat diperlukan di daerah endemis malaria, terutama untuk anak-anak kurang dari 5 tahun dan ibu hamil, maupun individu tidak kebal yang karena sesuatu hal harus mengunjungi daerah endemis malaria. Selain kompleksnya siklus hidup P. falciparum, hambatan dalam pengembangan vaksin yang efektif adalah adanya polimorfisme protein antigen calon vaksin, sehingga saat ini dikembangkan multistage dan multi-allele vaccine, suatu cocktail vaccine. Adanya variasi geografik P. falciparum menyebabkan perlu dilakukan analisis diversitas gen penyandi calon vaksin di suatu daerah endemis untuk mencari vaksin yang efektif. Berdasarkan percobaan terdahulu dikatakan bahwa PfSERA merupakan salah satu calon asexual blood stage vaccine yang potensial, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari multistage vaccine. Fragmen PfSERA yang sangat imunogenik adalah fragmen 47-kDa, yang selain mengandung regio ulangan serin juga mengandung regio ulangan oktamer. Bagian regio ulangan oktamer ini dikatakan banyak mengandung epitop limfosit B. Urutan nukleotida penyandi fragmen 47-kDa terletak pada ekson II gen PfSERA. Dalam rangka mengembangkan PfSERA sebagai bagian dari multistage vaccine yang efektif, perlu dilakukan analisis diversitas genetik ekson II gen PfSERA di daerah malaria. Sampai saat ini analisis diversitas genetik ekson II gen PfSERA, khususnya regio ulangan oktamer, masih sangat sedikit dilakukan. Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah malaria di Indonesia bagian Timur yang mempunyai endemisitas yang tinggi. Hal ini berbeda dengan di Pulau Jawa dan Bali, karena di daerah tersebut API (Annual Parasite Incidence) pernah dapat ditekan sampai mencapai 0,12‰ pada tahun 1992, walaupun setelah tahun 1999 insidens penyakit malaria mulai meningkat kembali. Oleh karena itu, daerah tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian analisis diversitas genetik gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA, sebagai dasar dalam upaya menciptakan vaksin malaria yang efektif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari diversitas genetik gen penyandi PfSERA di daerah endemik malaria Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan khusus penelitian ini adalah mencari diversitas genetik gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA di daerah endemik malaria Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik. Lokasi penelitian adalah di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium TDC Universitas Airlangga. Populasi penelitian adalah semua P. falciparum yang menginfeksi penderita penyakit malaria di daerah endemik malaria di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sampel penelitian adalah P. falciparum yang menginfeksi penderita yang datang pada pengobatan cuma-cuma yang dilakukan pada penelitian ini. Penapisan terhadap penyakit malaria dilakukan dengan membuat hapusan darah tipis dengan pengecatan AO. Terhadap spesimen yang positif mengandung P. falciparum, dilakukan isolasi DNA P. falciparum dengan metode Chelex-100, kemudian dilakukan amplifikasi gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA dengan menggunakan primer yang spesifik. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 13 yang berasal dari Kabupaten Sikka (6 sampel) dan dari Kabupaten Flores Timur (7 sampel). Dengan mengamati panjang fragmen DNA hasil reaksi amplifikasi gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA yang tidak sama, maupun ditemukannya hasil amplifikasi berupa 2 pita, maka ditemukan adanya variasi genetik gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA, maupun terjadinya infeksi campuran dari 2 galur P. falciparum di daerah penelitian. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai diversitas genetik gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA, perlu dilakukan sekuensing hasil reaksi amplifikasi gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA di daerah penelitian. Perlu juga dilakukan penelitian di daerah yang lebih luas dalam usaha pemetaan diversitas global gen penyandi regio ulangan oktamer PfSERA yang merupakan dasar dalam penggunaan PfSERA sebagai salah satu calon vaksin yang efektif.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Endemik Malaria | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Biologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 06:55 | ||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 06:55 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148823 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


