Vania Aretha Xaviera, - (2022) Pergeseran Kebijakan Luar Negeri Australia Terhadap Negara-Negara Kepulauan Pasifik Selatan Melalui Kebijakan Pacific Step-Up. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (397kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (141kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233099.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Australia telah lama terikat dengan negara-negara Kepulauan Pasifik Selatan dikarenakan kedekatannya secara geografis. Akan tetapi, kondisi hubungan antar keduanya tidak selalu harmonis. Sementara kondisi geopolitik kawasan Pasifik telah menjadi semakin ramai dan kompleks, karena kekuatan eksternal tradisional dan non-tradisional, seperti Tiongkok, menggeserkan fokus untuk memiliki kehadiran di kawasan dan Indo-Pasifik yang lebih luas. Sebagai upayanya untuk menjaga ‘keluarga Pasifik’-nya, Australia kemudian menginisasi kebijakan Pacific Step-Up. Kebijakan tersebut pada intinya berfokus untuk mengintegrasikan perekonomian, memperkuat relasi people-to-people, mengatasi tantangan keamanan, serta memperkuat ketahanan terhadap bencana alam agar mampu menghadapi perubahan iklim. Hal ini menunjukkan adanya perhatian lebih besar dari Australia pada isu-isu terkait human security yang menjadi fokus dalam kebijakan terkait. Sementara, meningkatnya kehadiran kekuatan eksternal juga menimbulkan tantangan bagi Australia, baik dalam hal keamanannya sendiri maupun perihal bagaimana Australia dapat membentuk—dan berpotensi membatasi—kemampuan Australia untuk bertindak di kawasan Pasifik. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mendorong Australia untuk menggeserkan fokusnya kembali pada Pasifik Selatan melalui kebijakan Pacific Step-Up. Penulis berargumen bahwa hal tersebut disebabkan oleh dua hal: (1) karena Australia melihat meningkatnya persepsi negara-negara Kepulauan Pasifik bahwa Australia semakin meninggalkan negara-negara di kawasan ini; dan (2) karena adanya persepsi Australia bahwa kehadiran Tiongkok di kawasan Pasifik Selatan mengganggu kepentingan tradisional Australia di kawasan ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI 37 - 23 Van p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Australia, Kepulauan Pasifik, Pacific Step-Up, Keamanan Manusia, Tiongkok | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 07:28 | ||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 07:28 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148841 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


