HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN EKSPRESI B CELL SPECIFIC MOLONEY MURINE LEUKEMIA VIRUS INTEGRATION SITE 1 DENGAN WAKTU REKURENSI PASCA KEMORADIOTERAPI PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING YANG REKUREN

EUNIKE LAY (2022) HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN EKSPRESI B CELL SPECIFIC MOLONEY MURINE LEUKEMIA VIRUS INTEGRATION SITE 1 DENGAN WAKTU REKURENSI PASCA KEMORADIOTERAPI PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING YANG REKUREN. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011618056302_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (897kB)
[img] Text (BAB I)
011618056302_BAB I.pdf

Download (477kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011618056302_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Rekurensi sering ditemukan pada pasien karsinoma nasofaring (KNF) meskipun sudah mendapat terapi lengkap. Karsinoma nasofaring termasuk jenis kanker yang radiosensitif dan dengan kemajuan teknologi kemoradiasi dapat meningkatkan kontrol tumor dan survival. Terapi konvensional menunjukan hasil yang berbeda, masih ada sebagian tidak respon serta adanya rekurensi. Penting untuk mencari biomarker molekuler baru, yang dapat memberikan prognosis yang lebih akurat dan mengembangkan intervensi terapeutik untuk pasien KNF. Biomarker molekuler spesifik diperlukan untuk memberikan tambahan informasi prognosis rekurensi pada KNF. B Cell Specific Moloney Murine Leukemia Virus Integration Site 1 (BMI-1) adalah protein onkogen jenis Polycomb group (PcG) yang meregulasi p16 dan p19 yang merupakan gen inhibitor siklus sel. Peningkatan ekspresi BMI-1 pada tumor dikaitkan dengan prognosis buruk yang mendorong proliferasi cancer stem cells (CSC) lebih cepat, yang mengarah ke metastasis dan rekurensi. Perubahan ekspresi BMI-1 pada KNF yang rekuren sampai saat ini masih belum dapat dijelaskan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara perubahan ekspresi BMI-1 dengan waktu rekurensi pada pasien KNF yang rekuren. Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian jenis kohor satu kelompok yang bersifat retrospektif. Sampel diambil secara random sampling, sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan penilaian ekspresi BMI-1 berdasarkan imunohistokimia menggunakan antibodi monoklonal BMI-1 GTX60516 (GeneTex, Inc). Penilaian ekspresi BMI-1 dilakukan oleh dokter spesialis Patologi Anatomik konsultan menggunakan data ordinal. Uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara perubahan ekspresi BMI-1 dengan waktu rekurensi pada pasien KNF pra dan pasca kemoradioterapi yang mengalami rekurensi dengan tingkat kemaknaan p< 0,05. Hasil: Perubahan ekspresi BMI-1 pasien KNF pra kemoradioterapi dengan pasca kemoradioterapi yang mengalami kenaikan ekspresi sebanyak 12 pasien (57,1 %), ekspresi BMI-1 yang turun sebanyak 8 pasien (38,1 %) dan nilai ekspresi BMI-1 tetap yaitu sebanyak 1 pasien (4,8 %). Hasil analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman didapatkan p = 0,753. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara perubahan ekspresi BMI-1 dengan waktu rekurensi pasca kemoradioterapi pada pasien KNF yang rekuren.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.THT 08 - 23 Eun h
Uncontrolled Keywords: nasopharyngeal carcinoma, post chemotherapy, recurrence, reccurence time, BMI-1 expression
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
EUNIKE LAYNIM011618056302
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMUHTARUM YUSUFNIDN196208311989031010
Thesis advisorDWI RENO PAWARTINIDN195909161987032005
Thesis advisorWILLY SANDHIKANIDN196403141990021001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Oct 2026 08:05
Last Modified: 09 Oct 2026 08:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148995
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item