Lintang Elin Massita, - (2022) Profil Pasien Malassezia Folliculitis (MF) di Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan (URJ) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya Periode Tahun 2018-2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133008 HALAMAN I.pdf Download (349kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133008 BAB I.pdf Download (45kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133008.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Malassezia folliculitis (MF) merupakan infeksi kronis dari folikel pilosebasea disebabkan oleh jamur Malassezia spp. Gambaran klinis MF dapat beru-pa papul perifolikular dan pustula eritema yang gatal. Tujuan: Mengevaluasi profil pasien Malassezia folliculitis pada periode tahun 2018-2020 di Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang bertujuan mengevaluasi pasien MF yang meliputi jumlah kasus, data dasar pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan penatalaksanaan. Hasil: Berdasarkan tabulasi data didapatkan 154 pasien MF. Kelompok usia terban-yak adalah usia remaja akhir (17-25 tahun) (48,70%), jenis kelamin terbanyak ada-lah perempuan (53,8%), pekerjaan terbanyak adalah pelajar/mahasiswa (24,02%), karakteristik klinis terbanyak adalah bintil merah (44,80%), lama keluhan sakit terbanyak yakni <1 bulan (37,66%), sifat bintil terbanyak yaitu gatal (66,23%), grade gatal terbanyak yaitu sedang (24,02%), faktor predisposisi endogen terbanyak adalah hiperhidrosis (53,24%) dan eksogen berupa kelembapan dan suhu tinggi (48,05%), status lokalis terbanyak di thoracalis posterior (91,55%), status dermatol-ogis terbanyak adalah papul eritematosa (94,15%), pemeriksaan penunjang terban-yak dilakukan adalah KOH 20% (95,80%), hasil pemeriksaan lampu wood terbanyak ditemukan warna kuning hijau terang (27,27%), hasil pemeriksaan KOH terbanyak ditemukan blastospora (89,61%) dengan didominasi grade 4+ (64,28%), hasil pemeriksaan dermoskop terbanyak berupa eritema (12,33%), serta terapi terbanyak sistemik ketoconazole 2x200 mg (90,90%) dan topikal yaitu ketoconazole shampoo 2% (21,42%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan kasus setiap tahunnya. Diagnosis MF didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik kemudian dicocokkan dengan pemeriksaan penunjang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 249 - 23 Lin p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Malassezia folliculitis, retrospective descriptive study, RSUD Dr. Soe-tomo Surabaya | |||||||||
| Subjects: | R Medicine R Medicine > RC Internal medicine |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 00:53 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Oct 2026 00:53 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149033 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


