Perempuan dan Politik Studi tentang Aksesibilitas Perempuan Menjadi Anggota Legislatif Di Kabupaten Sampang

MOHAMMAD YUSUF PAMBUDI, 070 810 484 (2012) Perempuan dan Politik Studi tentang Aksesibilitas Perempuan Menjadi Anggota Legislatif Di Kabupaten Sampang. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-pambudimoh-25123-3.abst-t.pdf

Download (113kB) | Preview
[img] Text (full text)
10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (897kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Demokrasi memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara yang memenuhi syarat untuk dapat memilih dan dipilih sebagai wakil rakyat tanpa adanya diskriminasi terhadap suku, ras, agama, dan gender. Hal ini dikuatkan dengan adanya kebijakan afirmasi yaitu kuota 30% keterwakilan perempuan yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (pemilu legislatif) serta UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik telah memberikan mandat kepada parpol untuk memenuhi kuota 30% bagi perempuan dalam politik, terutama di lembaga perwakilan rakyat. Namun dalam prakteknya, parpol terkesan setengah-setengah dalam mengimplementasikannya karena dianggap sebagai persyaratan administratif yang sifatnya hanya formalitas. Jalan panjang yang harus ditempuh oleh perempuan untuk menjadi anggota legislatif tidaklah mudah dan butuh pengorbanan. Sehingga banyak cara yang dilakukan oleh kaum perempuan untuk menembus dominasi laki-laki di dunia politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengambil Kabupaten Sampang sebagai lokasi penelitian. Religiusitas masyarakat Sampang telah dikenal luas sebagai bagian dari keberagamaan kaum muslimin Indonesia yang berpegang teguh pada tradisi (ajaran) Islam dalam realitas kehidupan sosial budayanya. Hal tersebut memberikan pembenaran atas penempatan perempuan dalam ranah domestik dan laki-laki pada ranah publik serta melanggengkan budaya patriarki dalam kehidupan bermasyarakat. Dominasi elit politik yang mayoritas adalah laki-laki, menjadi faktor utama penghambat partisipasi perempuan di dunia politik. Melalui wawancara dengan informan yang merupakan calon legislatif perempuan pada pemilu legislatif 2009 lalu, telah memberi gambaran tentang aksesibilitas perempuan menjadi anggota legislatif di Kabupaten Sampang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.P.40/12 Pam p
Uncontrolled Keywords: GENDER; RELIGIUSITAS
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsNIM
MOHAMMAD YUSUF PAMBUDI, 070 810 484UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSiti Aminah, Dr., Dra., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 01 Jul 2013 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 18:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15314
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item