REPRESENTASI IDENTITAS GENDER DI SUKU MAORI DALAM FILM WHALE RIDER: ANALISIS SEMIOTIKA RELASI KUASA ANTARA TOKOH PAIKEA APIRANA DAN KORO

HEIDY ARVIANI, 070316826 (2007) REPRESENTASI IDENTITAS GENDER DI SUKU MAORI DALAM FILM WHALE RIDER: ANALISIS SEMIOTIKA RELASI KUASA ANTARA TOKOH PAIKEA APIRANA DAN KORO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-arvianihei-6261-fisk45-t.pdf

Download (321kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17435.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Film Whale Rider menawarkan representasi suku Maori. Tokoh utamanya adalah anak perempuan yang digambarkan menginginkan perubahan di komunitas suku Maori dengan nilai-nilai positif yang ia percayai. Whale Rider menghadirkan sudut pandang perempuan dan usaha-usaha untuk berempati mengenai persoalan posisi perempuan. Sebagai sebuah teks, film ini membawa simbol pertentangan, perubahan, kasih sayang, mitos serta relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan dalam struktur masyarakat yang patriarki. Peneliti kemudian mengajukan rumusan masalah yakni bagaimanakah representasi identitas gender suku Maori pada tokoh Paikea Apirana dalam film Whale Rider? Dan bagaimanakah representasi relasi kuasa antara tokoh Paikea Apirana dan tokoh Koro dalam film Whale Rider? Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pencitraan identitas gender perempuan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah dialektika modern dan tradisional yang disimbolkan melalui hubungan, tokoh-tokohnya, dialog, jalan cerita, aspek teknis dan ideologis. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Teknik analisisnya semiotik dengan kerangka kerja milik Fiske. Bertipe deskriptif, kajian teori dalam penelitian ini menggunakan feminis gender dengan tetap memperhatikan budaya Maori sebagai konteks tempat teks diproduksi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah penggambaran tokoh Paikea yang menantang gambaran dominan wanita minoritas seperti lemah, dieksploitasi dan tidak berdaya. Paikea memberdayakan dirinya dengan menempatkan sosoknya tidak berdasar pada polaritas antara laki-laki dan perempuan. Mengusung tema kesetaraan kuasa antara laki-laki dan perempuan, film Whale Rider tetap mengandung ambiguitas. Meski termasuk progresif dan nilai-nilai universal egaliternya diterima oleh masyarakat dunia, film ini masih menempatkan unsur mitos agar perempuan dapat berada di puncak kepemimpinan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K.45/07 Arv r
Uncontrolled Keywords: GENDER IDENTITY; MOTION PICTURES � SEMIOTICS
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures
T Technology > TR Photography > TR845-899 Cinematography. Motion pictures
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsNIM
HEIDY ARVIANI, 070316826UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRatih Puspa, S.Sos, MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 12 Mar 2008 12:00
Last Modified: 02 Jul 2017 20:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17435
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item