OBSERVASI TEKANAN DARAH DAN FREKUENSI DENYUT NADI PENDERITA AKIBAT PENGARUH XYLOKAIN HCL 2% ADRENALIN 1:80.000 SEBAGAI ANESTESI LOKAL PADA PENCABUTAN GIGI

WINANTU YULI ASRI, 020213155 (2006) OBSERVASI TEKANAN DARAH DAN FREKUENSI DENYUT NADI PENDERITA AKIBAT PENGARUH XYLOKAIN HCL 2% ADRENALIN 1:80.000 SEBAGAI ANESTESI LOKAL PADA PENCABUTAN GIGI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-asriwinant-3874-kg25_07-k.pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-asriwinant-3874-kg24_07.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Terdapat 37 dari 50 penderita tidak menunjukkan adanya perubahan tekanan darah sistolik dan 28 dari 50 penderita tidak menunjukkan adanya perubahan diastolik serta 31 dari 50 penderita mengalami kenaikan frekuensi denyut nadi pada sebelum dan setelah pemberian anestesi lokal dengan kadar adrenalin 0,025 mg. Terdapat beberapa penderita yang mengalami penurunan tekanan darah hal tersebut dipengaruhi oleh karena kelainan sistemik yang tidak tampak secara klinis. Hal lain yang mempengaruhi adalah faktor subyektif penderita terhadap situasional yang relatif menakutkan pada saat awal penderita berinteraksi dalam situasi klinik Bedah Mulut, dengan penyesuaian diri sesaat penderita menjadi lebih tenang sehingga tekanan darah menurun. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh adrenalin dalam campuran anestetikum lokal terhadap tekanan darah dan denyut nadi pada penderita dalam berbagai keadaan dengan jumlah penderita yang lebih banyak. Untuk mengetahui akibat-akibat yang lebih memperjelas tentang tekanan darah, denyut nadi dan rasa cemas, perlu dibandingkan dan diamati pemberian anestesi lokal tanpa menggunakan adrenalin sehingga didapatkan gambaran yang lebih jelas dan terperinci. Untuk mengetahui apakah dosis anestetikum lokal dengan penambahan adrenalin yang lebih banyak akan mempunyai efek yang sama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Untuk mengetahui tingkat kecemasan pada penderita diperlukan pembuatan standar pengukuran kecemasan yang dapat digunakan secara klinis. Perlu diamati waktu hilangnya pengaruh anestetikum lokal pada tiap individu, dengan demikian didapatkan suatu gambaran kapan seorang penderita bisa mendapatkan perawatan ulang yang memerlukan penggunaan anestesi lokal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 25/07 Asr o
Uncontrolled Keywords: ANESTHESIA, LOCAL
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3601-3611 Medical legislation
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
WINANTU YULI ASRI, 020213155UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSRI KUNARTI, Dr.MS.SP.KGUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 14 Mar 2007 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 23:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19115
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item